17. otras noticias

7.1K 88 3
                                    

sudah dua hari sena tidak sama sekali
bertemu rolan, di sekolah, dimana pun
itu kecuali sena datang kerumah pria
itu, tetapi sena juga bahkan belum
sempat berkunjung kerumah rolan

hari ini cuaca cerah, sena sedang duduk
di halaman belakang rumah, melihat
gazela anak kakak sepupunya bermain
mengelilingi bunga yang baru saja
bermekaran, gazela dinda titipkan
bersama sena di siang hari ini, sebab
dinda sedang ada urusan perkerjaan

" buk, zela haus " rengek gazela
kepada sena yang duduk di rerumputan
dengan jus jeruk di tangan wanita itu

" Yaudah zela tunggu disini sebentar
ya, biar buk sena panggil mami buat
nemenin zela selagi ibuk buat susu "
anak berusia tiga tahun itu mengangguk
antusias, menghela nafas zela saat sena
telah meninggalkan nya di taman sendiri

" hai zela.." gazela berbalik melihat
kearah thea yang memanggilnya, anak
kecil itu tersenyum manis melihat thea
mendekatinya

——

gazela sudah di jemput, kini tinggalah
sena sendirian, wanita itu memilih
mengangkat kain jemuran di samping
rumahnya, menaruh pakaian itu di
ruang setrika.

" bun, aku izin keluar ya " pamit sena
setelah selesai bersiap, thea yang sedang
menyirami tanaman di halaman depan
rumah mereka pun mengiyakan

" pulang kapan? " sena mendekat, wanita
itu raih tangan kanan sang bunda guna
sena cium sebelum pergi

" belum tau, kayanya malem. " dengan
langkah gontai sena meninggalkan
halaman rumah, taksi yang sena pesan
pun sudah tiba di depan pintu gerbang

setelah mengatakan kemana tujuannya
sena memilih menyandarkan bahu di
pintu mobil dengan kaca yang terbuka
penuh, wanita itu nikmati dinginnya
angin sore yang meniup niup rambut
sebahunya, namun seketika pupil mata
coklat sena mengembang matanya
menangkap sosok rolan di bahu jalan,
sedang apa rolan? dan siapa disisinya?

" pak, pak aku turun disini aja " dengan
cepat sena rogoh dompet mengeluarkan
uang seratus lalu wanita itu beri kepada
sang supir taksi, namun pemberiannya
supir taksi itu tolak " gausah neng, masa
sampai sini bayar, endak usah " sena
tetep kekeh " ambil pak, saya gapapa "
sena sodorkan kembali

" gausah nengg " tolak pria paruh baya
itu halus dengan tersenyum lembut, sena
pun menghela nafas " Yaudah, makasih
bangettt akuu tuh. " sang supir pun
mengangguk, sena kini berjalan
cepat mencari di mana keberadaan
rolan, wanita itu bahkan berkeliling
trotoar jalan, juga matanya sekali kali
melihat ke sebrang jalan

" rolan! " sena memanggil pria itu
dengan sedikit berteriak, rolan yang
berada di sekitar hiruk pikuk suara
mesin mobil dan orang berlalu lalang
disekitarnya membuat rolan tidak
sama sekali mendengar teriakan
sena yang memanggilnya

" ROLANN " lebih menggelegar suara
sena, tidak peduli kini semua menatap
kearah nya dengan tatapan keheranan

berlari kecil wanita itu sembari memegang
perut nya, jalanan tampak ramai dengan
mobil dan sepeda motor yang wara wiri
di sore ini, tetapi sena tidak peduli, mata
wanita itu hanya fokus kepada satu titik,
rolan.

di lain sisi, rolan lamero degore, pria itu
menghidupkan rokoknya pelan dengan
mata tajam nya menatap wanita yang
berdiri di hadapannya, wanita itu tatap
rolan dengan seksama

" feryre bunuh diri lan " alis rolan berkerut
dalam, hubungan rolan atas kematian
feryre apa? kenapa wanita di depannya
ini, tarya memberitahunya

" hubungannya sama gue? " berhembus
pelan asap yang keluar dari mulut rolan
tertiup angin sore

" lo pernah having sex sama dia, gausah
berlagak sok belagu gitu " saat tarya
sedang berbicara mata rolan secara
spontan menangkap sena yang menatap
kearahnya tidak terlalu dekat namun
dengan jarak sena dan rolan tentu wanita
itu pasti dapat mendengar pembicaraan
nya dengan tarya

sena tersenyum ketika rolan telah
manangkap keberadaan sena, rolan
berdehem lalu pria itu buang asal
putung rokoknya, tarya juga ikut
melihat arah pandang rolan, tarya
tangkap keberadaan wanita itu.

rolan yang awalnya berdiri tegap kini
berjalan menuju sena, rolan tarik kuat
pergelangan tangan wanita itu, membawa
sena pergi dari hadapan tarya, sebenar
nya tarya tidak ambil pusing, tugas tarya
hanya mempertanyakan kebenaran soal
hubungan rolan dan feryre, kenapa
sebegitu nya rela bunuh diri setelah
kedekatannya dengan rolan

" gara gara lo kakak gue ninggalin gue! "
Ingatan tentang perkataan yang feryre
lontar kembali berdengung menuntut
di telinga rolan, diiringi dengan tarikan
tangan rolan di pergelangan sena
tersentak lepas, sena lepas kasar

rolan berbalik menatap sena, wanita
itu menatap rolan datar " perlu aku
minta penjelasan? Lan, aku tuh mau
kamu ngejelasin tanpa harus aku
tanya lagi " ponsel rolan bergetar
di saku celananya, tetapi pria itu masih
hirau, memilih menatap lamat sena

" ga ada yang perlu di jelasin, kita
pulang " berkata lambat rolan

" lan, aku ini istri kamu lan, aku berhak
tau apa yang kamu alami, apa yang
ngebuat kamu ga mau cerita sama
aku? " rolan terkekeh hingga jakun
nya ikut bergetar pelan

" lo itu cuma orang asing yang tiba tiba
masuk ke kehidupan gue, lo itu pelacur
ga tau malu, jelas? " gentak rolan, terdiam
bahkan terkatup rapat bibir sena, wajah
yang wanita itu tunjukkan kepada rolan
memang lah wajah yang teramat santai
dan biasa saja namun hati nya bagaikan
semangka yang di belah dua, begitu
mudahnya

" kamu pulang aja, aku mau pulang ke
rumah aku lan.." sena berjalan mundur
membelakangi rolan kini wanita itu

" na, sena. " rolan berlari kecil meraih
jemari wanita itu yang hendak rolan
genggam, mengajak pulang sena
bersama nya sore ini, namun tetapi
sena tidak menggubris panggilan
rolan, saat rolan berhasil menangkap
tangan wanita itu untuk dirinya genggam
malah sena tepis kasar

mata sena berkaca kaca, tangan nya
kini terayun memanggil taksi " sena! "
rolan panggil nama wanita itu dengan
penuh penegasan lalu sena menoleh
menatap rolan sebelum wanita itu
menaiki taksi " kamu jahat lan. "
tatap kecewa sena terhadap rolan

sena tutup kencang pintu mobil itu
meninggalkan rolan " bangsat. "
mengacak dan menarik rambut
nya pelan kini pria itu sembari
memaki " ngentot, tolol, kontol agh "
berbagai kata upatan keluar dari
bibir pria itu di sore hari ini

—countinued—

Jangan lupa vote cintaa 💋🙌🏻

L A M E R O Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang