WARNINGS AREA 21+ 🚫
KONFLIK BERAT !!!
-----
Lelaki miskin, rolan lamero degore, anak
haram dari dua sepasang manusia, rolan,
lelaki bajingan berotak buntu, kehidupan
nya yang miskin tidak dapat menghalangi
nya dari kegiatan bejat sehari harinya...
" na, jangan egois, bukan cuma lo yang merasa paling sedih di sini, gue juga. " rolan menyatukan kening sena dengan nya, pria itu menarik nafas dalam namun sena menjauhkan tubuhnya dari rolan, wanita itu sama sekali tidak mau rolan sentuh, rolan pun menarik rambutnya sendiri lalu pria itu menunduk dengan rahang mengeras tidak lama menengadah kembali menatap sena tersenyum, gila, pria itu sudah gila, rolan lamero gila.
" KEMBALIIN ANAK AKU KALAU GITU! " teriak sena tidak terima, anak yang selama ini sena jaga baik agar tidak jatuh gugur kini malah meninggal akibat tekanan kuat pada perutnya saat sena terjatuh terguling ditangga, sakit rasanya..
" yaudah ayo buat lagi, mau berapa anak? ayo, gue ladeni, so, gausah playing victim!" putus rolan dan menarik lengan sena kuat, sena pun menggapai tangan rolan yang menekan kuat di lengan sena, wanita itu meronta menatap rolan yang lebih tinggi dari sena, sena semakin menangis
" ga ada yang ga mudah, lo aja yang ribet " rolan menarik tekuk sena untuk dirinya cium paksa, sena memukul kuat dada bidang besar pria itu sedang rolan bagai dibalut nafsu setan mencium rakus bibir sena yang selama ini belum terasa di bibir rolan, gila memang
tanpa mereka sadari seseorang melihat dibalik pintu, tak lama kemudian pun melangkah pergi dari sana
rolan mencekik paksa batang leher sena, pria itu bawa itu dirinya hisap kuat hingga bekas hisapan rolan membekas nyata " ROLAN AKU GA MAUU!! " tolak sena meronta kuat dalam bekapan rolan, sena dibuat sesak nafas oleh pria itu
" buka baju lo. " suruh rolan menatap sena yang kini berdiri menjauh sembari memegang erat baju rumah sakitnya, wanita itu malah menggeleng kuat dengan air mata bercucuran deras " ini bukan kamu rolan.." menggeleng geleng wanita itu, rolan kah ini?
" GUE BILANG BUKA BAJU LO SENALA! NURUT KATA SUAMI SETANN. " rolan raih baju sena hingga baju itu tertarik secara berlawanan dan alhasil baju rumah sakit wanita itu terbuka beberapa kancing, dan kancingnya terjatuh berserak dilantai, wanita itu pegangi baju nya sendiri agar buah dadanya tidak terekspos dimata rolan
" mana jiwa pelacur lo senalaa..." pria itu datang mendekat kembali kearah sena dan kemudian rolan cekik batang leher sena lalu membanting terhempas tubuh wanita itu di brangkar " agghh.." betapa sakit dan ngilu nya bekas jahitan di vagina sena sehabis di operasi.
rolan cium paksa sena, wanita itu melawan dan tanpa sadar menampar wajah rolan hingga wajah itu tertoleh kesamping, pipi rolan memerah menyala, bukan sekedar, ini benar benar tamparan sekuat tenaga, benci dan sakit melihat rolan yang memilih memperlakukan sena seperti ini
baju sena sudah terbuka dan hal itu otomatis terpampang dihadapan rolan. lalu dengan kasar sena benahi baju nya dengan rolan yang masih mematung di atas sena tanpa bergerak " kamu udah ga waras rolan. " kembali mengalir air mata sena, terus menerus jatuh mengalir..
namun rolan degil, pria itu tetap pada pendiriannya, rolan cekik lalu rolan geragahi sena dengan gigit gigitan di seluruh leher dan turun ke buah dada, rintihan sena bagai angin lalu bagi pria itu, hingga pada akhirnya sena rolan paksa untuk bercinta.
ruang rawat rumah sakit yang pintunya tidak terkunci itu menjadi saksi bisu antara rolan dan sena, benar benar rolan setubuhi sena dengan gila, dan pada akhirnya sena terkapar pingsan tidak sadarkan diri
Lantas, mau rolan apa?
tidak ingatkah pria itu jikalau dirinya dan sena bersaudara, yaitu satu darah.
lalu kalau pun pria itu cinta, kenapa baru sekarang, kenapa?
rolan menarik nafas sesak, lelah, pria itu pandangi sosok wanita dibawah kungkungan. rolan mencium dahi beserta kedua mata sena dan terakhir pucuk hidung sena pria itu kecup pelan
" maaf. " tutur rolan melirih pelan, teramat pelan hampir tidak terdengar oleh angin sekali pun, rolan beralih berbaring disamping sena, pria itu peluk tubuh yang berbalut selimut rumah sakit, rolan pejamkan kedua matanya " anak kita ga mau hadir didunia ini karena adanya gue na, gue terlalu ga pantas jadi ayah buat dia.." bisik rolan di telinga sena dan tanpa rolan ketahui sena menitikkan air matanya dalam pejam, wanita itu tidak pingsan namun lelah sebab rolan
jam demi jam berlalu dan kini jam menunjuk kan pukul 1.08 dini hari, malam.
sena bangun dan bergeser dari tubuh rolan, pria itu teramat nyenyak dalam tidurnya, entahlah, mungkin terlalu lelah di beberapa hari ini, juga pria itu tidak tidur semalaman kemarin mungkin?
sedang sena yang berdiri menatap rolan dengan tatapan sendu pun memilih mengusap air matanya yang sedari awal rolan tidur pada jam 18.56 sore sampai sekarang ini, mata sena sembab, mukanya pucat
kalau mengingat kejadian tadi hati sena rasanya nyeri, itu sudah termasuk tindakan pemerkosaan atas ketidak inginan sebelah pihak, alias hal ini pemaksaan
berpakaian dengan rapi sena, wanita itu kemudian berjalan tergopoh gopoh keluar ruangan, sepi, kesunyian menyambut.
——————
bunyi dering telepon di atas nakas membuat rolan merasa terganggu, dan dengan berat hati tangan kekar itu meraba nakas di samping brangkar, namun sebelum mengangkat telepon rolan memilih melihat kesisi kirinya dimana sena tertidur semalam sehabis bercinta
namun alhasil rolan tidak menemukan ada nya keberadaan sena disisi rolan pagi ini dengan keadaan bingung rolan bangun dan berdiri menuju balkon rumah sakit sembari mengangkat panggilan entah dari siapa
" dimana lo? " pertanyaan dari gala lewat telepon pagi pagi buta ini membuat otak rolan berdenyut kemudian rolan bukan menjawab tetapi malah memilih memutar mata malas
" rumah sakit. " sahut rolan
" lima menit lagi gue sampe kesana, jadi sebelum gue sampe tanya sena mau apa " rolan mengangguk berdehem lalu telepon pun terputus, pria itu hanya memakai boxer nya saja dengan dada bidang yang terekspos lalu punggungnya yang tampak seksi di tambah pula dengan bekas back scratch dari sena
*auhh meleleh adeck bangch
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
rolan berjalan masuk, pria itu mengutip pakaian nya dibawah dan memakainya, baju sena tidak terlihat, jelas wanita itu ada dikamar mandi.
rolan memilih tidur di sofa yang ada disana, pria itu menopang kepalanya dengan tangan dan memejamkan mata sembari menunggu sena selesai berbenah
dan entah selama apa rolan memejam hingga tertidur kembali " woy, bangun anj, rolan! " rolan merasa tubuhnya di goyang dan di sepak pelan oleh seseorang dan benar saja, gala berdiri disamping sofa menatap kearah rolan dingin, rolan pun bangun dari baring nya saat melihat itu adalah gala
" sena mana? " rolan pun mulai dibuat heran, kenapa sena belum juga keluar kamar mandi " gue ga tau, dikamar mandi mungkin gal. " sahut rolan enteng, gala pun mengerutkan alis, segampang itukah menebak
gala pun menggedor pelan kamar mandi namun tidak ada sahutan dari dalam dan itu membuat gala kembali kepada rolan " lan, lo yang bener sena di kamar mandi? " tanya gala sudah emosi
" bener gal, sumpah, gue bangun udah ga disamping gue " jujur rolan yang menatap gala berjalan kembali kearah kamar mandi