45. violación

2.3K 131 30
                                    

" na, jangan egois, bukan cuma lo yang
merasa paling sedih di sini, gue juga. "
rolan menyatukan kening sena dengan
nya, pria itu menarik nafas dalam namun
sena menjauhkan tubuhnya dari rolan,
wanita itu sama sekali tidak mau rolan
sentuh, rolan pun menarik rambutnya
sendiri lalu pria itu menunduk dengan
rahang mengeras tidak lama menengadah
kembali menatap sena tersenyum, gila,
pria itu sudah gila, rolan lamero gila.

" KEMBALIIN ANAK AKU KALAU GITU! "
teriak sena tidak terima, anak yang selama
ini sena jaga baik agar tidak jatuh gugur
kini malah meninggal akibat tekanan kuat
pada perutnya saat sena terjatuh terguling
ditangga, sakit rasanya..

" yaudah ayo buat lagi, mau berapa anak?
ayo, gue ladeni, so, gausah playing victim!"
putus rolan dan menarik lengan sena kuat,
sena pun menggapai tangan rolan yang
menekan kuat di lengan sena, wanita itu
meronta menatap rolan yang lebih tinggi
dari sena, sena semakin menangis

" ga ada yang ga mudah, lo aja yang ribet "
rolan menarik tekuk sena untuk dirinya
cium paksa, sena memukul kuat dada
bidang besar pria itu sedang rolan bagai
dibalut nafsu setan mencium rakus bibir
sena yang selama ini belum terasa
di bibir rolan, gila memang

tanpa mereka sadari seseorang melihat
dibalik pintu, tak lama kemudian pun
melangkah pergi dari sana

rolan mencekik paksa batang leher sena,
pria itu bawa itu dirinya hisap kuat hingga
bekas hisapan rolan membekas nyata
" ROLAN AKU GA MAUU!! " tolak sena
meronta kuat dalam bekapan rolan, sena
dibuat sesak nafas oleh pria itu

" buka baju lo. " suruh rolan menatap sena
yang kini berdiri menjauh sembari memegang
erat baju rumah sakitnya, wanita itu malah
menggeleng kuat dengan air mata bercucuran
deras " ini bukan kamu rolan.." menggeleng
geleng wanita itu, rolan kah ini?

" GUE BILANG BUKA BAJU LO SENALA!
NURUT KATA SUAMI SETANN. " rolan
raih baju sena hingga baju itu tertarik
secara berlawanan dan alhasil baju
rumah sakit wanita itu terbuka beberapa
kancing, dan kancingnya terjatuh
berserak dilantai, wanita itu pegangi baju
nya sendiri agar buah dadanya tidak
terekspos dimata rolan

" mana jiwa pelacur lo senalaa..." pria
itu datang mendekat kembali kearah sena
dan kemudian rolan cekik batang leher sena
lalu membanting terhempas tubuh wanita itu
di brangkar " agghh.." betapa sakit dan ngilu
nya bekas jahitan di vagina sena sehabis
di operasi.

rolan cium paksa sena, wanita itu melawan
dan tanpa sadar menampar wajah rolan
hingga wajah itu tertoleh kesamping, pipi
rolan memerah menyala, bukan sekedar,
ini benar benar tamparan sekuat tenaga,
benci dan sakit melihat rolan yang memilih
memperlakukan sena seperti ini

baju sena sudah terbuka dan hal itu
otomatis terpampang dihadapan rolan.
lalu dengan kasar sena benahi baju nya
dengan rolan yang masih mematung di
atas sena tanpa bergerak " kamu udah ga
waras rolan. " kembali mengalir air mata
sena, terus menerus jatuh mengalir..

namun rolan degil, pria itu tetap pada
pendiriannya, rolan cekik lalu rolan geragahi
sena dengan gigit gigitan di seluruh leher
dan turun ke buah dada, rintihan sena
bagai angin lalu bagi pria itu, hingga pada
akhirnya sena rolan paksa untuk bercinta.

ruang rawat rumah sakit yang pintunya tidak
terkunci itu menjadi saksi bisu antara rolan
dan sena, benar benar rolan setubuhi sena
dengan gila, dan pada akhirnya sena terkapar
pingsan tidak sadarkan diri

Lantas, mau rolan apa?

tidak ingatkah pria itu jikalau dirinya dan
sena bersaudara, yaitu satu darah.

lalu kalau pun pria itu cinta, kenapa
baru sekarang, kenapa?

rolan menarik nafas sesak, lelah, pria itu
pandangi sosok wanita dibawah kungkungan.
rolan mencium dahi beserta kedua mata
sena dan terakhir pucuk hidung sena pria
itu kecup pelan

" maaf. " tutur rolan melirih pelan, teramat
pelan hampir tidak terdengar oleh angin
sekali pun, rolan beralih berbaring disamping
sena, pria itu peluk tubuh yang berbalut
selimut rumah sakit, rolan pejamkan kedua
matanya " anak kita ga mau hadir didunia
ini karena adanya gue na, gue terlalu ga
pantas jadi ayah buat dia.." bisik rolan di
telinga sena dan tanpa rolan ketahui sena
menitikkan air matanya dalam pejam, wanita
itu tidak pingsan namun lelah sebab rolan

jam demi jam berlalu dan kini jam menunjuk
kan pukul 1.08 dini hari, malam.

sena bangun dan bergeser dari tubuh rolan,
pria itu teramat nyenyak dalam tidurnya,
entahlah, mungkin terlalu lelah di beberapa
hari ini, juga pria itu tidak tidur semalaman
kemarin mungkin?

sedang sena yang berdiri menatap rolan
dengan tatapan sendu pun memilih mengusap
air matanya yang sedari awal rolan tidur
pada jam 18.56 sore sampai sekarang ini,
mata sena sembab, mukanya pucat

kalau mengingat kejadian tadi hati sena
rasanya nyeri, itu sudah termasuk tindakan
pemerkosaan atas ketidak inginan sebelah
pihak, alias hal ini pemaksaan

berpakaian dengan rapi sena, wanita itu
kemudian berjalan tergopoh gopoh keluar
ruangan, sepi, kesunyian menyambut.

——————

bunyi dering telepon di atas nakas membuat
rolan merasa terganggu, dan dengan
berat hati tangan kekar itu meraba nakas
di samping brangkar, namun sebelum
mengangkat telepon rolan memilih
melihat kesisi kirinya dimana sena
tertidur semalam sehabis bercinta

namun alhasil rolan tidak menemukan ada
nya keberadaan sena disisi rolan pagi ini
dengan keadaan bingung rolan bangun dan
berdiri menuju balkon rumah sakit sembari
mengangkat panggilan entah dari siapa

" dimana lo? " pertanyaan dari gala lewat
telepon pagi pagi buta ini membuat otak
rolan berdenyut kemudian rolan bukan
menjawab tetapi malah memilih memutar
mata malas

" rumah sakit. " sahut rolan

" lima menit lagi gue sampe kesana, jadi
sebelum gue sampe tanya sena mau apa "
rolan mengangguk berdehem lalu telepon
pun terputus, pria itu hanya memakai
boxer nya saja dengan dada bidang
yang terekspos lalu punggungnya yang
tampak seksi di tambah pula dengan
bekas back scratch dari sena

*auhh meleleh adeck bangch

rolan berjalan masuk, pria itu mengutippakaian nya dibawah dan memakainya,baju sena tidak terlihat, jelas wanita ituada dikamar mandi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

rolan berjalan masuk, pria itu mengutip
pakaian nya dibawah dan memakainya,
baju sena tidak terlihat, jelas wanita itu
ada dikamar mandi.

rolan memilih tidur di sofa yang ada disana,
pria itu menopang kepalanya dengan tangan
dan memejamkan mata sembari menunggu
sena selesai berbenah

dan entah selama apa rolan memejam hingga
tertidur kembali " woy, bangun anj, rolan! "
rolan merasa tubuhnya di goyang dan di
sepak pelan oleh seseorang dan benar saja,
gala berdiri disamping sofa menatap kearah
rolan dingin, rolan pun bangun dari baring
nya saat melihat itu adalah gala

" sena mana? " rolan pun mulai dibuat heran,
kenapa sena belum juga keluar kamar mandi
" gue ga tau, dikamar mandi mungkin gal. "
sahut rolan enteng, gala pun mengerutkan
alis, segampang itukah menebak

gala pun menggedor pelan kamar mandi
namun tidak ada sahutan dari dalam dan
itu membuat gala kembali kepada rolan
" lan, lo yang bener sena di kamar mandi? "
tanya gala sudah emosi

" bener gal, sumpah, gue bangun udah ga
disamping gue " jujur rolan yang menatap
gala berjalan kembali kearah kamar mandi

continued—

L A M E R O Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang