"Terima kasih sudah mengantarku, Kyle. Maaf jika merepotkan."
"Suatu kehormatan, Lady. Saya tidak merasa keberatan sama sekali."
Victoria tersenyum. Melambai pada Kesatria Kyle yang telah mengantarnya sampai ke bagian barat istana. Tempat putra dan putri bangsawan beristirahat. Sebenarnya Victoria tidak meminta untuk diberikan pengawalan tetapi kesatria ini sedikit keras kepala sehingga akhirnya gadis itu dengan terpaksa menyetujui permintaan Kyle untuk mengawalnya. Oh, tunggu sebentar. Bukankah Kyle juga merupakan anak seorang bangsawan.
"Kau tidak beristirahat, Kyle?"
Kesatria Kyle menggeleng pelan,
"Saya masih harus kembali ke pesta."
"Ah, begitu. Baiklah sampai jumpa lagi besok."
"SEBENTAR, LADY!"
Victoria terkejut. Ia membalikkan badan menatap Kyle yang tadi memanggilnya secara mendadak. Gadis itu memiringkan kepalanya sedikit, bertanya melalui gestur tubuh.
Kyle terlihat ragu, namun ia tetap mengutarakan isi pikirannya,
"Bolehkah.... Saya melihat wajah anda tanpa topeng?"
Victoria mematung. Putri Duke Neville itu terdiam untuk beberapa menit. Ia tak menyangka ternyata kesatria muda ini tampak penasaran dengan wajahnya. Bisakah ini disebut sebagai hal yang bagus. Salah satu Kesatria Fajar saja mulai menaruh perhatian padanya, bukankah hal yang sama seharusnya berlaku pada para bangsawan lain? Sungguh menyenangkan jika hal itu benar terjadi.
"Kau bisa melihatnya..." Victoria tersenyum tipis. "... bila saatnya sudah tepat, Kyle."
"Saya mengerti, Lady. Maafkan kelancangan Saya," sesal Kyle.
"Tidak apa-apa. Kalau tidak ada lagi yang akan dibicarakan, Aku benar-benar ingin istirahat."
"Ya, tentu. Silahkan, Lady. Saya permisi."
Victoria menatap punggung Kesatria Kyle yang mulai menjauh. Setelah laki-laki itu sepenuhnya hilang dari pandangan, baru lah gadis itu melanjutkan langkahnya. Ia berhenti tepat di depan sebuah pintu dengan wajah lelah.
Sial, tidak ada yang mengatakan padanya kalau memakai gaun pesta itu sangat merepotkan. Aksesori yang tertempel banyak dan berat. Belum lagi hiasan permata memutari seluruh gaunnya. Ketimbang memakai gaun, rasanya lebih seperti memakai permata di seluruh tubuh.
Tidak. Jangan menyerah dulu. Ini baru satu pesta. Setelah debutante nanti, akan ada lebih banyak pesta yang harus ia hadiri. Semangat Victoria. Ini baru permulaan.
Gadis itu kembali menyunggingkan senyum lebarnya seusai menyemangati diri sendiri. Rasanya jauh lebih baik. Ayo kita istirahat lebih awal hari ini.
Cklek...
"Selamat datang, kucing liar."
Ngg?
Secara otomatis gadis itu memundurkan langkahnya. Keluar dari dalam kamar kemudian menutup pintu dengan kasar. Dengan berat ia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, lalu mengangguk memastikan bahwa ia berada di kamar yang tepat.
Perlahan, Victoria kembali membuka pintu kamarnya lagi.
"Kenapa belum masuk?"
Rasanya ia ingin menghilang saat itu juga.
"Aku yakin ini kamarku," gumam gadis itu yang masih berdiri kaku di ambang pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Duchess Ellworth
FantasíaVictoria Neville, Putri seorang Duke yang telah disembunyikan selama hampir delapan belas tahun. Untuk yang pertama kalinya, ia akan muncul dalam sebuah pesta di Istana kekaisaran. Banyak hal yang terjadi, tak peduli baik ataupun buruk diikuti denga...
