Langkah Pertama

2.1K 211 109
                                        

Kring ~


"Haloo... Apa yang bisa kami bantu nona?"


"Aku ingin memesan satu set menu A, apa bisa?"


Rambut hitam sedikit kecokelatan yang terlihat bersinar. Kulit putih terawat dan gaun dengan bahan berkualitas tinggi. Meski memakai jubah sebagai penutup, aura bangsawan dari gadis ini tidak bisa disangkal,
"..... Astaga! Anda seorang Lady. Maaf karena kami tidak menyadari lebih cepat. Silahkan lewat sini, Lady manis."


Victoria mengangguk. Ia mengikuti salah satu pelayan yang membawanya melewati pintu masuk menuju ruang rahasia di dalam salah satu kafe ibukota. Set menu A adalah kata sandi bagi seorang pelanggan yang memiliki keperluan informasi. Khususnya para bangsawan.

Sebuah pintu kayu terbuka. Saat ini, Victoria berada di salah satu pusat informasi rahasia yang paling terkenal di dunia ilegal, Glaze. Jangan tanya bagaimana ia bisa tahu, karena yah... Victoria sejak kecil memang memiliki rasa penasaran yang luar biasa.


"Silahkan duduk pelanggan."


Victoria mengangguk. Sejak ia mulai memasuki ruangan, ia tidak lagi dipanggil sebagai seorang Lady melainkan pelanggan. Karena di tempat ini, mereka melakukan transaksi jual beli informasi dan gadis itu berperan sebagai sang pelanggan.


"Aku tak mau orang lain. Panggil pemilik guild kemari," ucap Victoria cepat saat seorang lelaki muda duduk di hadapannya, hendak melayani.


"Wah, sayang sekali. Beliau cukup sibuk, jadi Anda terpaksa harus dilayani oleh Saya. Apa Anda keberatan?"


Victoria mengangkat satu alisnya, ia merasakan sesuatu yang aneh,
"Yasudah, dengan siapapun itu Aku tidak peduli. Aku hanya ingin pelayanan yang memuaskan."


"Tentu, tentu. Nah, kalau begitu apa yang Anda butuhkan, pelanggan terhormat?"


"Aku butuh informasi tentang latar belakang seseorang, mendetail. Warna favorite, ukuran sepatu, hingga lingkar pinggang. Semua yang kalian ketahui. Aku juga ingin informasi mengenai kelemahannya."


"Informasi tentang latar belakang bisa dengan mudah kami berikan, tapi kalau kelemahan... Itu tergantung seberapa besar Anda mampu membayar."


Victoria mengehela napas. Rumor mengenai Guild Glaze yang sangat menggilai uang ternyata benar. Tapi, apa tidak masalah seorang bawahan meminta uang secara terus terang dan tidak sopan pada pelanggan seperti ini?


"Aku punya cukup uang untuk memuaskan mu. Jadi, apa Kau mau menerima permintaan ku?"


"Dua ribu gold. Keberatan?"


Putri Duke itu melemparkan sekantung uang dari balik jubahnya. Isi kantung tersebut sampai berceceran ketika berbenturan dengan meja.


"Lima ribu gold. Aku mengharapkan pelayanan maksimal."


Lelaki muda di hadapannya itu tersenyum lebar, meraih sekantung emas itu cepat dengan mata berbinar,
"Ya ampun pelanggan, Saya jamin pelayanan kami akan sangat memuaskan."


"Jangan terlalu senang. Ada satu lagi yang ingin Aku minta."


"Katakanlah."


"Aku butuh informasi terbaru dari guild mu setiap saat. Informasi apapun itu. Semakin banyak informasi yang kudapat, maka semakin bagus."


"Hm... Dengan kata lain, Anda ingin menyewa seorang informan bukan begitu?"


"Tepat sekali."


Duchess EllworthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang