Sejuta Warna (PolyChrome)

402 19 4
                                    

*POV Simo

Sudah dua hari berlalu semenjak aku tersadar dari kejadian yang hampir merenggut nyawaku, mungkin hehe. Sore hari ini tepat hari ketujuh aku berada di rumah sakit, dan juga merupakan hari terakhirku disini. Gila apa mau terus-terusan dirumah sakit.

Setelah berurusan dengan administrasi dan lain-lain, aku berjalan dengan dituntun oleh Cynthia menuju ke mobil bertipe hatchback yang entah punya siapa.

"Ini mobilmu, put?? " Tanyaku.

"Hmmm, iya. Kata papa aku disuruh bawa mobil hehe, itung-itung biar lebih fleksibel aja buat kuliah nanti" Ucapnya.

"Baguss, lucu, dan imut mobilnya, seperti yang punya" Ucapku.

"Gombal mulu ya. Kamu bisa nyetir kan, mo?? " Tanya Cynthia.

"Hmm, gabisa. Hehe" Ucapku

"Ishh, yaudah. Aku aja"

Memang aku tak bisa mengendarai mobil. Jangankan berkendara, duduk di kursi penumpang mobil pun jarang. Bukan karena apa, aku sering mabuk darat ketika naik mobil, apalagi tipe mobil kecil seperti ini. Ya semoga, Cynthia tak melihat sisiku yang gampang mabuk darat.

Kamipun duduk di kursi mobil, cynthia di kursi supir sedangkan aku dikursi penumpang. Tanpa menunggu waktu lama, cynthia pun menarik gas mobilnya berjalan menuju keluar rumah sakit.

Tak butuh waktu lama untukku berada dalam kondisi mabuk darat. Aku pun hanya bersandar pada jendela dan diam saja.

"Kamu kenapa?? Kok diem aja" Tanya Cynthia.

"Anuu, put. Gapapa, hehe. Makasih ya udah mau nganter" Ucapku menahan mualku.

Cynthia pun terlihat curiga dengan kelakuanku. Ia pun berkata,

"Hayooo, kamu mabuk yaaaa?? " Tanya nya penuh selidik

"Kalo yang kamu maksud adalah mabuk Cinta, ya benar. Aku memang mabuk terhadap cintamu, put"

"Dihh, ngelesnya bisa aja nih mas nya, heheh. Sabar yaaa, bentar lagi nyampe kok"

"Iya put" Ucapku menahan mual

"Hahaha, seorang Simo?? Mabuk naik mobil?? Hahaha. Pfffttt" Cynthia pun tertawa

"Ledek terus ledek"

"Hahaha, ya kamu aneh banget. Masa tukang berantem, mabuk naik mobil unyu kek gini sih" Ucapnya

Akupun hanya tersenyum tipis. Entah apa yang cynthia lihat di ekspresiku. Hanya saja aku semakin lemas untuk menjawab hinaan dan cacian mesranya.

Tak lama kemudian kami pun sampai di depan kosku. Aku dan Cynthia pun turun, dan disambut oleh beberapa orang di teras kos tempat biasa kami nongkrong.

"Cieee, udah pulang aja. Baru dari bulan madu nih??? " Ucap Lyn iseng.

"Hush, sembarangan kamu lyn. Kasihan tau simo nya" Ucap Fiony

"Hahah, becanda doang ci. Yaudah kamu anter dulu aja tuh suamimu, cyn" Ucap Lyn

Akupun hanya menggeleng-gelengkan kepalaku kepada dua wanita absurd ini.

"Iya ci. Aku naik dulu ya" Ucap Cynthia.

"Put, kamu disini aja deh. Aku bisa naik sendiri kok" Ucapku.

"Hmmm, beneran??? "

"Iya bener. Aku kan kuat" Ucapku sambil menunjukkan gestur menekuk siku ku seperti binaragawan yang pamer otot bisep nya.

"Dih, kuat kok mabuk di mobil" Ucap Cynthia.

"Sstttt. Jangan keras-keras, malu" Ucapku

"Hahaha, yaudah deh kamu naik sana. Nanti kesini lagi ya kalo kamu ga capek, hehe" Ucap Cynthia.

Motif dan Seni dari CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang