Dini hari disebuah rumah sakit yang dingin, terdapat seorang gadis yang sedang kebingungan di ruang tunggu pasien. Ia hanya menggenggam handphone miliknya dengan erat, seperti menunggu sesuatu datang.
"Makan mbakyuu" Tawar seorang gadis yang baru saja datang sembari membawa kardus yang kemungkinan berisi nasi dan lauk didalamnya.
Sang Gadis yang terduduk sedari tadi hanya terkejut melihat kedatangan gadis bermata hitam legam itu.
"Runii?? " Ujar gadis itu heran.
Sang Gadis yang dipanggil Runi pun tersenyum riang,
"Maaf ya mbak. Baru bisa kesini. Aku tadi nyari sesuatu dulu" Ucap Runi.
"Simoo?? " Tanya sang Gadis,
Runi hanya menggeleng pelan,
"Hehe, mbak yu Cynthia ini masih inget aja sama Den Simo. Aku ndak nyari dia kok mbak" Ucap Runi.
"Terus"
"Emmm. Sesuatu yang harusnya jadi punya mbakyu, tapi udah rusak sih. Jadi aku ragu mau ngasih" Ucap Runi
Cynthia hanya mengusap keningnya,
"Kamu itu runn. Yang jelas apa kalo..... "
Belum selesai bicara, Runi sudah menyodorkan sebuah rangkaian bunga yang sudah tak karu-karuan bentuknya,
"Krisan? " Tanya Cynthia lalu menyambar bunga yang ada ditangan Runi
Seruni pun hanya tersenyum tipis,
"Iyaa, tadi Den Simo ke kampus bawa ini sama kado buat mbak yu" Ucap Seruni.
"Tapi, maaf mbak. Kado sama suratnya ga ketemu. Semoga masih di Den Simo" Ucap Seruni.
"Memangnya kado apa Run?? Kok kamu sepertinya paham betul"
"Ehhh. Ndak mbakk. Aku ndatau apa-apa"
"Yaudah, sana pergi" Ucap Cynthia ketus.
"Batik mbak. Kain batik bikinan den Simo sendiri, hampir 90 hari Den Simo menghabiskan waktunya untuk menyelesaikan kado buat Mbak" Ucap Seruni.
Cynthia pun hanya terdiam mendengar penjelasan dari Seruni.
"Nih kain batik yang kalian omongin... " Ucap Seorang Pria yang baru saja datang dengan banyak luka memar di tubuhnya.
"Dennn! "
"Simo! " Teriak dua gadis itu hampir bersamaan.
"Tadinya ini untuk orang yang istimewa untukku, tadinya... Bunga itu juga sama. Untuk orang yang benar-benar istimewa bagiku. Asal Koe tau, cyn, run. Bunga Krisan apalagi berwarna putih, itu lambang kejujuran dan kesetiaan. Batik ini, batik Bunga Kanthil, kanthi laku tansah kumanthil.. "
"Ahh percuma menjelaskannya padamu... Intinya bunga itu maupun kain ini sudah tak ada gunanya. Orang istimewaku sudah tidak ada. " Sambung Simo pelan setelah membuang kain batik itu di tong sampah dekatnya.
Sang Pria pun menarik dalam nafasnya, sembari berbalik dari kedua gadis yang ada dihadapannya tadi.
"Aku tak butuh restu orangtuamu, aku tak butuh kamu hadir setiap hari untukku, aku tak butuh kau berkeluh kesah tentang masalahmu padaku. Tanpa itu semua, aku tetap bisa mencintaimu, Cyn. Tapi, jika memang kau sudah memiliki orang lain, beritahu aku, cyn. Agar aku tak menjadi bodoh dengan tetap melakukan sesuatu yang sering dibilang orang sebagai perjuangan. " Ucap Simo parau.
"Anggaplah aku pengecut, anggaplah aku tempramental, anggaplah aku tak ingin mengerti dirimu. Tapi bukankah kau duluan yang bersikap begitu padaku, cyn?? " Ucap Simo semakin parau.

KAMU SEDANG MEMBACA
Motif dan Seni dari Cinta
ActionMerupakan kisah pemuda pemudi bernafaskan romantis dewasa dengan canda tawa, sedikit duka. Mengambil beberapa nama karakter dari member JKT48 tanpa memberikan label "Idol" dalam diri mereka. Sehingga memungkinkan untuk dinikmati baik oleh para Fans...