*POV Simo
Pukul 04.50 aku terbangun oleh suara Cynthia yang sedang membangunkanku disebelahnya. Ia tersenyum sayu saat aku membuka mataku.
"Pagi, Simo" Ucapnya sambil membelai pipiku.
Akupun mendekat ke arahnya dan,
"Cuppp" Sebuah ciuman singkat kuarahkan ke bibirnya.
"Hey, curang. Main nyosor duluan" Ucap Cynthia sambil tersenyum malu.
Akupun hanya membalas senyumannya.
"Kamu buruan siap-siap gih, katanya mo lari sama Ci Gre" Sambungnya.
"Oh iya, kamu gaikutan, Put??" Tanyaku.
"Hehehe, next time ya. Aku mau tidur lagi, dinginnn" Ucapnya lalu menutup mukanya dengan selimut ku.
Akupun menggelitiki Cynthia yang sedang bersembunyi itu.
"Hahahaha..... Udahhhdonggg, kasian kalo Ci gre nunggu" Ucap Cynthia kegelian
Akupun menghentikan seranganku dan turun dari kasurku.
"Hati-hati" Ucap Cynthia.
Akupun membalasnya dengan acungan jempolku.
Setelah bersiap, akupun turun ke bawah. Di teras, Gracia sedang duduk menungguku.
"Ayo mbak. Aku udah siap" Ucapku
"Ohh. Kirain lupa" Ucapnya datar lalu mulai berlari keluar halaman kos.
Jancuk, kenapa sih. Lagi ga mood kah dianya.
Sepanjang perjalanan, Gracia hanya diam saja. Akupun fokus dengan lariku, sehingga aku tak berkata apapun. Hingga, kamipun sampai di taman yang biasanya terdapat banyak orang ketika Car Free Day di Hari Minggu. Namun, karena hari ini hari biasa, jadi tak ada seorang pun di sana. Kamipun memutuskan untuk istirahat sejenak.
"Hari ini ada kelas mbak?? " Tanyaku basa-basi.
Gracia pun menoleh dengan tajam ke arahku lalu berpaling, dan berkata
"Ada kok" Jawabnya singkat.
"Jam berapa, mbak? " Tanyaku kembali
"9 an" Jawabnya singkat.
Asu, kenapa Gracia jadi seperti robot gini. Tak ada keramahan yang kudapat.
"Weh sama dong kek Ciput, Mbak" Ucapku menanggapinya.
Gracia pun hanya menatapku sinis.
Jancuk, apasih salahku.
"Kita balik aja deh" Ucapnya.
"Hmm, lagi ga mood ya mbak"
"Iya, gara-gara kamu" Ucapnya tegas.
Jancuk, aku aja gak ngapa-ngapain su daritadi.
"Iyadeh, maaf ya mbak kalo aku nanya-nanya tentang kuliahnya mbak. Mungkin samean lagi ada masalah ya di perkuliahan. Kalo ada apa-apa boleh kok cerita ke aku, mbak" Ucapku.
Gracia pun mengambil nafas dalam dan menghembuskannya.
"Kenapa sih, dari tadi manggil mbak-mbak mulu. Udah gamau ya manggil namaku langsung?? Oh iya, takut sama Cynthia ya. Hahaha, aku maklum sih kan aku cuma jadi pelampiasanmu aja kalo gaada dia" Ucapnya meledak
Jancuk, apa-apaan sih. Memang aku beberapakali melakukan kegiatan bersamanya, dari jalan bersama maupun kegiatan intim di dalam kamar. Akupun diminta olehnya untuk memanggil namanya saja ketika tak ada orang. Aku juga menikmati waktu-waktuku bersamanya. Tapi, belakangan ini Cynthia sering mampir ke kosku, dan itulah yang membuat hubungan kami sedikit merenggang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Motif dan Seni dari Cinta
AzioneMerupakan kisah pemuda pemudi bernafaskan romantis dewasa dengan canda tawa, sedikit duka. Mengambil beberapa nama karakter dari member JKT48 tanpa memberikan label "Idol" dalam diri mereka. Sehingga memungkinkan untuk dinikmati baik oleh para Fans...