*POV Simo.
Aku mengarahkan motorku menuju sebuah minimarket untuk menenangkan diriku. Aku tak menuju kosku karena aku tak ingin bertemu dengan teman-temanku dengan emosi tak stabil seperti ini. Akupun mengambil soda di salah satu lemari pendingin minimarket tersebut dan menuju kasir.
Setelah selesai membayar akupun keluar dan berniat bersantai di bangku yang tersedia. Tak lama kemudian datang segerombolan mahasiswa yang berjalan dengan jumawa ke arahku. Aku hanya menoleh sekilas dan mengalihkan pandanganku. Akutak mau lama-lama memandangi kotoran rakyat seperti mereka, hehe.
Salah satu dari mereka, yang mungkin adalah pentolannya mendatangiku. Ia adalah pria gempal dengan potongan rambut cepak khas pelawak tukul.
*BRAKKK
Ia pun menggebrak mejaku dan berkata,
"Ngapain lo liat-liat?!" Ucapnya kasar.
Wah jancuk, main-main ini orang. Kulihat ia mengenakan kemeja praktik khas anak teknik, dari potongan dan warna seragamnya yang masih utuh, kurasa mereka adalah mahasiswa baru sama sepertiku.
"Jawab anjing! Lo nantangin gua? " Sambungnya.
Jancuk, apa amarahku sama Cynthia kulampiaskan disini ya? Sudah lama aku gak melakukan DPI (Dengkul Pongor Idak) kepada seseorang sok preman, hehe.
Aku pun berdiri dan menatap matanya, teman-temannya yang berjumlah sembilan orang hanya melihat sambil melipat lengannya seperti pose foto khas atlet esport.
Saat aku hendak memukulnya, tiba-tiba ada orang yang memanggilku.
"SIMO....!!"
Akupun menoleh ke arahnya, ia adalah Mas Andre. Ia pun berjalan kearahku.
"Siapa dia, mo?? " Tanya nya saat berada di sebelahku.
Para mahasiswa sok preman itu terlihat ketakutan dengan Mas Andre. Aku tak tahu kenapa
"Gatau mas, rese. " Ucapku
Mas Andre pun menatap mahasiswa-mahasiswa didepannya.
"Ada masalah apa kalian?? " Tanya mas andre.
"Ehh, nggak bang. Kita cuma mau kenalan aja, hehe." Ucap pria gempal tadi.
"Kalo aku tanya. Jawab yang jujur! " Ucap Mas Andre tegasm
Merekapun hanya diam.
"Samean kenal, mas??" Tanyaku
"Mereka ini maba fakultas teknik. Asal kalian tau, Simo ini satu kos denganku. Dia sudah aku anggep saudaraku. Kalo kalian cari masalah sama dia, bukan cuma aku yang turun tangan" Ucap mas andre yang membuat wajah mereka semakin terlihat tegang.
"A... Anu Bang. Kami minta maaf ya, udah ganggu. Kami pamit dulu" Ucap Pria Gempal itu.
"Yasudah, kalian sana minggir. Gausah belagu kalo dijalan. Kita ini sama-sama manusia. Apa harus diospek ulang kalian, biar paham?? "
"Ehh. Ngga bang. Sekali lagi maaf ya. Permisi" Ucap pria gempal itu lalu meninggalkan kami berdua.
"Jancuk, keren banget samean, mas. Kok bisa kenal?? "
"Hahaha, aku kan jadi panitia bayangan waktu ospek kemarin, mo. Jadi kebanyakan dari mereka udah kena tinju mautku" Ucapnya.
"Oalaahh. Rokok mas?? " Tawarku padanya.
"Ini aku juga habis beli rokok, mo. Makanya kesini" Ucapnya mengangkat rokok malboro merahnya.
"Hehe... "

KAMU SEDANG MEMBACA
Motif dan Seni dari Cinta
ActionMerupakan kisah pemuda pemudi bernafaskan romantis dewasa dengan canda tawa, sedikit duka. Mengambil beberapa nama karakter dari member JKT48 tanpa memberikan label "Idol" dalam diri mereka. Sehingga memungkinkan untuk dinikmati baik oleh para Fans...