Perbuatan Angin Malam

323 18 12
                                    

Malam hari di Ibukota yang ramai. Tepatnya di sebuah kafe bernama Wijayanti, disanalah ketiga muda-mudi sedang memainkan musik dan bernyanyi untuk menghibur para pengunjung kafe tersebut.

Dibalik tepuk tangan yang riuh, Sella pun mengambil microphone nya dan menitipkan beberapa ucapan,

"Yaa. Terimakasih semuanya untuk malam ini sudah mau mengikuti perjalanan kami. Izinkan kami untuk membawakan lagu penutup yang akan menyempurnakan malam ini.  Sebuah tembang romantis dari Paul McCartney yang berjudul Here Today." Ucap Sella.

Sella pun menarik nafas dalam, dan melodi khas pun dimainkan oleh Arie yang berdasarkan pada ritme piano milik Hengky.

......
But as for me

I still remember how it was before

And I am holding back the tears no more

Ooh, I love you, ooh
.....

Air mata sella pun tak terasa perlahan menetes. Entah karena kepulan asap rokok dalam kafe atau karena perasaan rindu akan violinistnya yang memuncak.

Yang jelas semua yang menyaksikan penampilan Lux Ferre malam ini ikut hanyut dalam perasaan rindu akan perasannya masing-masing

.....
And if I say I really loved you

And was glad you came along

Then you were here today, ooh

For you were in my song, ooh

Here today
....

Sella pun membungkukkan badannya untuk berterimakasih sekaligus menutupi kesedihan yang terpatri jelas diwajahnya.

Tepuk tangan meriah dari para pengunjung pun mengiringi langkah mereka bertiga untuk turun dari panggung yang ada di kafe.

"Bagus Gree. Lebih bagus lagi kalo kamu sadar rindumu itu tidak pada orang yang tepat. " Ucap seorang gadis yang Sella jumpai di depan bar tepat saat sella turun dari panggung.

"Maksudnya apa ya, cyn?? " Tanya sella dengan nada kurang ramah.

Melihat kejadian yang cukup memanas pun membuat Arie dan Hengky menjauh dari Sella.

Cynthia pun makin mendekati sella.

"Maksudku... Dia itu bukan punyamu, gree" Ucap cynthia dengan nada intimidasi.

"Hahaha. So you are. Am I right?? Madam Yaputera??? " Jawab Sella balik.

Cynthia hanya memutar bola matanya malas,

"Tak ada yang menjadi milik siapapun sebelum ada cincin emas di jari manisnya. " Sambung Sella sembari menunjukkan punggung tangannya yang memang tak berhias cincin apapun

"Cihhhh. Kamu itu yaa.... "

"Ayolah, Cyn. Kita sama-sama merindukannya, bukan?? Kenapa bertengkar. Bukannya kita janji buat saling tukar informasi. "

Motif dan Seni dari CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang