Siang hari yang terik, di Universitas EraBaru. Shani baru saja keluar dari gedung fakultasnya setelah melaksanakan sidang Skripsi.
Seorang pemuda sedang menantinya tepat di luar gedung fakultas dengan bucket bunga ditangan serta rokok Djarum Super di mulutnya.
Shani pun sedikit memicingkan matanya ketika menjumpai pemuda tersebut,
"Ngapain, ndhu?? Bukannya kerja?? " Tanya Shani
Sang pemuda pun hanya terkekeh pelan,
"Iyaa. Ini mau berangkat. Tapi ngasih titipannya Gracia dulu buat kamu. " Balasnya sembari menyerahkan bucket bunga tersebut.
Shani hanya menatap heran,
"Bunga Lily?? Casablanca?? Yakin itu dari Gracia?? " Selidik sang gadis.
Randhu hanya mengangguk cepat untuk menutupi rasa gugupnya,
"Hmmm. Yaudah deh, makasih ya ndhuu udah dateng"
"Males sih aslinya, tapi gimana lagi. Gracia nitip soalnya. " Ucap Randhu sembari menggaruk tengkuknya.
"Bentar. Aku foto dulu, buat laporan ke Gracia kalo paketnya udah diterima. Sini almetmu, aku pegangin"
"Kenapa pake foto-foto bukti terima sih, ndhu. Emang kamu kurir paket??"
"Heheh. Uwes talah. Tadi gracia yang minta"
Shani pun hanya berdecak pasrah,
"Senyum kali, shan. Bukan foto ijazah juga" Ucap randhu setelah memotret gadis cantik dihadapannya.
Shani menghela nafasnya pelan,
"Udah kali, ndhu. Kesel banget kii akuu, pengen tiduran di kos"
Randhu pun hanya tertawa melihat wajah kesal shani.
"Terus, kamu ngga ngasih apa-apa?? " Tanya shani.
Randhu merogoh sakunya dan mengeluarkan sebungkus rokok djarum supernya,
"Nihhh. Mau??? "
"Dasar wong edan. Bisa-bisanya aku dikasih rokok kuli"
Randhu pun hanya tersenyum,
"Hehehe. Selamat wes pokoknya, semoga lancar teruss, shan"
"Iyaa. Sana buruan. Aku mau balik juga" Usir shani
Randhu pun mengusap pelan kepala Shani,
"Iyo. Ini aku berangkat, koe hati-hati yoo, shan"
Shani menepis pelan tangan Randhu dan mengangguk, membiarkan pemuda itu berjalan menjauhinya.
Shani hanya memandangi bunga yang ia pegang dengan seksama, lalu mengalihkan pandangannya pada punggung Randhu yang sudah terlihat sangat jauh, sembari tersenyum tipis.
"Ngasih bunga aja pakek gengsi, ndhu" Gumam shani.
Tanpa disadari oleh shani, dari kejauhan terdapat seorang pria kaukasian yang sedang memegang bunga yang sama, dengan kondisi yang sudah tak lagi berbentuk karena remasan tangannya
"Klootzak! " Umpat pria tersebut.
Shani yang beranjak keluar dari kampusnya, ia berpapasan dengan seorang pria yang tak familiar. Pria itu berhenti tepat setelah melewati Shani. Yang bisa dilakukan shani hanyalah menatap pria tersebut dengan heran, sembari mengamati penampilan pria tersebut. Gadis itu menyimpulkan, bahwa pria yang ada dihadapannya ini adalah seorang Dosen Senior.

KAMU SEDANG MEMBACA
Motif dan Seni dari Cinta
ActionMerupakan kisah pemuda pemudi bernafaskan romantis dewasa dengan canda tawa, sedikit duka. Mengambil beberapa nama karakter dari member JKT48 tanpa memberikan label "Idol" dalam diri mereka. Sehingga memungkinkan untuk dinikmati baik oleh para Fans...