Jam dinding berdetak sendirian. Suaranya kian terdengar pada larut malam. Apa mungkin dia kesepian. Wajahnya mungkin meraut sedih.
Ruangan ini juga gelap. Malam enggan meminjamkan sinar. Apa mungkin dia ketakutan? Tubuhnya mungkin bergetar hebat.
Jangkrik dan kunang-kunang. Asbak dan cangkir kosong. Dia memandang sudut ruangan dalam diam. Mungkin melamun, dan semakin melamun.
Hening, senyap, ruangan itu berasap. Bungkam dan lengang tidak terlalu berbeda. Apa yang dia bayangkan? Mungkin sesuatu yang mengerikan.
Seandainya teman-temannya datang. Dia pasti akan berbincang. Seandainya dia tidak banyak kehilangan. Dia pasti bersenang-senang.
Karut marut, buncah dan kelesah. Biarlah malam ini berlalu dengan resah. Berlalu dengan gundah. Dia harus membiarkan segala keluh kesah.
Dan dengan duduk diam, memandang sudut ruangan. Mendengarkan suara sebuah jam. Merasakan suasana malam. Dia berharap, jiwanya bisa tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dan Kini.
PoetryDan Kini, tidak lebih dari sebuah karangan tidak masuk akal. Berupa puisi yang ditulis hati-hati. Keluh kesah dan keresahan yang tidak pernah berhenti, ialah ide utama dari tulisan ini. Kumpulan tulisan ini tidak banyak yang bersuasana riang, cender...
