Siang mengutarakan sepi pada angin. Aku tidak ingin lagi mengkhianati batin. Seumpama daun jatuh bertaburan, jiwaku mencemaskan pelarian.
Aku ingin sekali bisa bebas seperti burung-burung putih di seberang sawah itu. Mencari makanannya dengan tenang dan sentosa hidupnya. Mereka terbang begitu anggun, melambaikan sayap lenturnya.
Amarah tidak pernah menyelesaikan masalah. Pikiran buruk justru menambah beban di hati. Alam bersikap hati-hati, menjaga yang lain dari sakit hati.
Lalu, bagaimana jika burung-burung itu terkurung dalam sangkar? Merintih dan muak menjadi mainan. Bebas hanya mampu mereka diimpikan.
Manusia yang mencoba dewasa. Sebenarnya, sering hancur diterpa kenyataan. Tetap berusaha waras di sekitar golongan gila.
Mengambil batu dan menelan bubuknya. Manusia itu bertahan dan berjuang. Terus berusaha meraih kebebasan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dan Kini.
PoesíaDan Kini, tidak lebih dari sebuah karangan tidak masuk akal. Berupa puisi yang ditulis hati-hati. Keluh kesah dan keresahan yang tidak pernah berhenti, ialah ide utama dari tulisan ini. Kumpulan tulisan ini tidak banyak yang bersuasana riang, cender...
