Hampir sebulan berpura-pura. Dia sebenarnya sudah cukup lelah. Topengnya kian berat pada muka. Masih sanggupkah dia menipu sekitarnya?
Pembakaran sampah akan dimulai setelah siang. Jaring laba-laba dan kayu kering kerontang. Daun-daun rapuh dan batu berlubang. Dia tidak lagi rasional.
Untuk angin, janganlah terlalu kencang. Untuk udara, janganlah mendukung berlebihan. Tempat pembakaran sampah bisa semakin berkobar. Melihat api, dia menjadi ketakutan.
Dia harus berhati-hati. Atau akan dimakan sang api. Yang sedang menari-nari, bagai raksasa malam hari. Yang sering menggoda matahari, untuk menutup matanya.
Setelah abu pembakaran menumpuk. Dia bersenandung bersama debu. Asap juga bisa ikut menari. Sampai saat datangnya pagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dan Kini.
PoezieDan Kini, tidak lebih dari sebuah karangan tidak masuk akal. Berupa puisi yang ditulis hati-hati. Keluh kesah dan keresahan yang tidak pernah berhenti, ialah ide utama dari tulisan ini. Kumpulan tulisan ini tidak banyak yang bersuasana riang, cender...
