Hari ini, aku merangkul diriku sendiri. Membisikkannya kata-kata penyemangat. Membiarkannya tenang sejenak. Menguatkan hatinya yang tengah rusak.
Dia menghadapi hari-hari yang berat. Bertemu manusia-manusia keras. Berjalan dan berperan berlebihan. Tak apa, berjuang memang tidak menyenangkan.
Hari ini, dia lagi-lagi sekarat. Tubuhnya kian kurus, tampangnya tak terurus. Aku harus membisikkannya kata-kata lembut. Agar hatinya lebih menurut.
Dia juga benci pada percaya. Harapan menipu manusia. Ekspektasinya tak selalu nyata. Sering enggan dan merasa bersalah.
Duduklah dulu, sekejap juga. Hisap tembakau merah menyala. Membuang pikiran-pikiran ragu dan putus asa. Aku yakin, dia pasti bisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dan Kini.
PoesíaDan Kini, tidak lebih dari sebuah karangan tidak masuk akal. Berupa puisi yang ditulis hati-hati. Keluh kesah dan keresahan yang tidak pernah berhenti, ialah ide utama dari tulisan ini. Kumpulan tulisan ini tidak banyak yang bersuasana riang, cender...
