19

1.3K 96 3
                                    

Waktu menunjukkan pukul 8 pagi. Chika terbangun dengan mata yang lurus ke plafon kamar.

Menarik napasnya dalam dalam dan tersenyum bahagia. Bagaimana tidak, pagi ini saat dia bangun orang yang pertama dia lihat adalah kekasihnya yang baru saja resmi semalam.

Akhirnya bangun paginya kali ini membuat dirinya semangat ingin melakukan kegiatan apapun, seperti jadi semangat aja jika dimulai dengan hal yang paling indah.

Melihat seseorang yang masih meringkuk dalam pelukannya. Memeluk dirinya semalaman penuh. Bahkan Chika tidak merasa dirinya kosong sejak semalam.

Sepertinya tidurnya kali ini bakal ketempelan makhluk satu ini mulai dari sekarang.

Ara memeluknya persis seperti anak kecil. Tangan yang dia lingkarkan di perut Chika dan wajah yang ditempel di bagian samping lengan Chika.

Aaa... Ingin rasanya Chika memberikan ciuman bertubi tubi pada manusia ini, kenapa dirinya sekarang jadi gesrek sendiri.

Lama menatap Ara, yang ditatap mulai bergerak hendak mencari kenyamanannya lagi. Tapi kepala itu malah bergerak mendongak. Dengan mata yang masih belum sempurna terbuka mengerjap beberapa kali lalu tersenyum sangat manis.

Memperlihatkan mata yang menyipit dan menghilang di balik kelopak mata itu sangat menggemaskan.

"Morning Ara". Chika tersenyum mengusap sayang kepala Ara.

"Morning to sayang". Dengan suaranya yang serak dan senyum yang masih melekat di wajahnya.

"Deg". Jantung Chika berdegup lagi, Sebutan yang di ucap Ara tadi untuknya mampu membuat Chika tiba tiba malu dan memalingkan wajahnya.

Ara bangun dan menyamakan posisi mereka. " Pagi sayang aku". Ara tiba tiba saja mencium pipi Chika. Chika benar benar salah tingkah dibuatnya. Apalagi saat ini dia masih mengingat kejadian yang dirinya dan Ara lalui semalam.

Ara sudah melihat semua permukaan tubuhnya bahkan bagian yang terdalam sekali pun.

Pipi Chika memerah, Chika masih memalingkan wajahnya belum berani menatap Ara.

"Kenapa si? Kok bukannya liat aku?". Ara meraih wajah Chika supaya melihat nya.

Chika berdehem. "Gak papa". Terdiam sebentar dan melanjutkan lagi bicaranya.

"Kamu ada kegiatan apa hari ini?". Chika menyibakkan selimutnya hendak turun dari ranjang tapi di tahan Ara".

"Mau kemana entar dulu". Menarik Chika lagi sampai terduduk di atas kasur kembali.

"Kamu nanya aku tapi habis itu main pergi aja". Ara menyipitkan matanya melihat Chika.

"Kan aku bukan pergi jauh Ara, cuma mau ke kamar mandi". Chika tidak habis pikir dengan Ara. Mode macam apa ini yang Ara perlihatkan?

"Tunggu dulu aku jawab baru kamu pergi".

Aduuh tidak bisa ini, Chika tidak sanggup melihat tingkah Ara yang ada di depannya saat ini, betul betul membuat Chika ingin menciumnya sekarang juga.

"Yaudah iya, jawab kamu ada kegiatan apa hari ini?". Chika mengulang lagi pertanyaannya.

"Bentar lagi jam 10 mau ngajarin anak anak dance 3 jam an gitu. Terus habis dari sana mau ke pasar bentar beli barang barang toko mama udah pada habis". Ara menjawab seraya memainkan tangan Chika.

Chika mengangguk angguk. Mendengarkan perkataan Ara.

"Kamu sendiri ada mau kemana hari ini? Eh selamat ya sayang buat sidangnya senin ini". Ucap Ara masih dengan mengusap tangan Chika.

MY HOPE IS YOU (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang