- ½ Intermezzo, ½ Bridge -

356 37 7
                                        

Pada mulanya, Matthew Kendrix Eziah Suwaryono hanya ingin pulang selama tiga hari dan menjenguk keluarganya. Ia tidak pulang bersama dengan Lee Ji Eun—kekasihnya—karena tubuh Ji Eun sedang terlalu lemah untuk melakukan perjalanan jauh. Meskipun JinEun memintanya untuk menghabiskan waktu lebih banyak di Jakarta, namun ia berjanji hanya akan pulang selama tiga hari.

Ia tidak ingin berjauhan dengan kekasihnya.

Setidaknya, itu adalah apa yang ia ingin lakukan, sebelum ia mengetahui kabar tentang Tatjana. Ketika ia tiba di rumah besar keluarganya, kedua orang tuanya sedang berkemas untuk ke wilayah Balwanadanawa. Lalu, ketika ia tahu kalau keadaan Tatjana sedang tidak baik-baik saja, ia adalah orang pertama yang pergi ke sana. Karena, ia tidak perlu lagi berkemas.

Ia tidak perlu berkemas untuk dirinya. Ia hanya perlu tiba di sana secepatnya, dan mengemasi barang-barang adiknya dan membawanya ke Jakarta.

Maka, ketika ia memasuki kamar adiknya di Payon Omah Utama, tentu saja ia sempat bersitegang karena pria tidak boleh memasuki kamar sang ratu, ia melihat Tatjana yang sedang terbaring lemah. Dengan cepat, ia memeriksa keadaan Tatjana dan melarang Derish untuk menemui adiknya itu.

Setelah memastikan kalau Tatjana meninggalkan kedhaton, barulah Matthew menemui Derish. Ia ingin mengatakan kalau dirinya akan membawa Tatjana.

"Aku tidak meminta persetujuanmu," kata Matthew ketika ia menemui Derish. "Aku hanya akan memberitahu kalau Tatjana pergi bersamaku. Dia dan calon keponakanku akan lebih aman bersama dengan keluargaku."

"Bagaimana keadaan Tatjana?" tanya Derish yang masih terlihat terpukul dan khawatir. "Bagaimana keadaan bayi kami?"

"Dengarkan aku. Jangan pernah menemui adikku, sampai kapanpun juga."

"Bagaimana keadaan mereka?" tanya Derish lagi, kali ini terdengar jauh lebih memelas.

"Aku tidak akan pernah menjawab pertanyaanmu," kata Matthew.

Setelah itu, Wahyuni memasuki ruangan tempat mereka berdua berada dan langsung duduk bersimpuh. Wanita itu terlihat sangat terpukul dan menangis sejadi-jadinya. "Yang Mulia Raja.. tolong izinkan Kulo untuk menyusul sang ratu. Kulo sangat mengkhawatirkannya. Biarkan Kulo menjaga sang ratu."

Seharusnya, Derish lah yang menjawab kata-kata itu. Namun, Matthew lah yang menjawab, "tidak ada siapapun dari kerajaan ini yang akan menemani Tatjana. Sepertinya, adikku memang tidak boleh berada di sini dan berinteraksi dengan siapapun yang berasal dari sini. Kalian semua sudah membunuh adikku."

"Wahyuni adalah dayang utama Tatjana. Jika kamu tidak mau mengizinkan aku untuk menemui Tatjana, tolong izinkan Wahyuni bersama dengan Tatjana.."

Matthew menggelengkan kepalanya. "Kamu mungkin adalah raja di wilayah ini. Tapi di Jakarta.. keluargaku bisa mengontrolnya. Kirimkanlah siapapun untuk menyusul adikku. Karena mereka pasti akan kembali ke wilayah Balwanadanawa dengan tangan kosong."

"Sepertinya kamu memiliki urusan yang sangat penting, Raja. Aku akan pergi bersama dengan adikku." Matthew mengatakannya dengan semua penekanan pada setiap kata, menegaskan kalau Derish harus mendengar ucapannya dengan baik.

"Tunggu," kata Derish.

Matthew yang sedang berjalan untuk keluar dari ruangan pun berhenti. Ia tidak berbalik, namun memutuskan untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Derish.

"Bisa katakan kepadaku bagaimana keadaan istri dan bayi kami?" tanya Derish.

Matthew berbalik dan menatap Derish yang walaupun di dalam keadaan seperti ini, masih terlihat sangat berkharisma. "Tatjana atau bayi kalian. Yang mana yang akan kamu selamatkan?"

Derish terduduk di singgasananya. Meskipun sekarang hatinya sedang runyam, namun kepalanya cukup mampu untuk mengartikan ucapan Matthew. Ia menggenggam tangannya dengan sangat kuat, tentu ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

Akan tetapi, Matthew terlihat menunggunya.

Matthew kembali mengulang pertanyaannya, hingga membuat Derish akhirnya berkata dengan sebuah bisikan, "bisa selamatkan Tatjana? Dia adalah hidupku. Jika dia pergi, aku tidak memiliki hidup yang harus aku jalani lagi."

Bersambung

The Perfect Stars Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang