Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

SMP

20 13 0
                                        

Di pagi yang dingin dengan angin lembut yang berhembus, Nana berjalan menuju sekolah sendirian. Segara tidak datang ke rumahnya pagi itu, dan ketika Nana ke rumah Segara, ternyata dia tidak ada. Rasa cemas dan bingung mengisi pikirannya saat dia melanjutkan perjalanan ke sekolah.

Ketika Nana melihat Deva melambaikan tangan dari kejauhan, dia merasa sedikit lega. Deva menyapa dan mereka berdua berjalan bersama menuju sekolah. Sepanjang perjalanan, Deva banyak bercerita dan bertanya-tanya tentang kepergian Segara. Nana, yang merasa segan, akhirnya menjelaskan hubungan lama mereka dan situasi yang sedang dihadapinya. Deva mendengarkan dengan penuh perhatian, berusaha memberi dukungan.

Sesampainya di sekolah, Nana melihat Segara berjalan di koridor, namun anak laki-laki itu tampak menghindarinya. Nana memutuskan untuk menyapa, tetapi Segara hanya menoleh sebentar sebelum terus berjalan tanpa menghiraukannya. Nana merasa heran dan sedikit terluka. Dia mengingat kembali kejadian sore kemarin dan merasa mungkin Segara masih marah karena apa yang terjadi.

"Lagi marahan?" tanya Deva yang berdiri di samping Nana, mengikuti arah pandangnya.

"Entahlah," jawab Nana dengan nada lesu.

Dia mengeluarkan bukunya dan mulai mencatat materi pelajaran, berusaha untuk tetap fokus meskipun pikirannya dipenuhi oleh Segara. Nana merasa kelelahan dengan sikap Segara yang dingin dan acuh tak acuh. Segara yang dulu selalu ada untuknya sepertinya kini telah berubah menjadi seseorang yang sulit dikenali.

Nana merasakan ketidakpastian dalam hatinya. Dia tidak tahu bagaimana harus mendekati Segara atau memperbaiki hubungan mereka. Keberadaan Deva di sampingnya sedikit menghibur, tetapi Nana tahu bahwa dia harus menghadapi masalah ini sendiri.

Di tengah pelajaran, pikiran Nana kembali melayang ke Segara. Dia berdoa agar semuanya bisa membaik dan berharap Segara akan segera melunak, sehingga mereka bisa berbicara dan menyelesaikan segala masalah yang ada di antara mereka.

˖°𓇼🌊⋆

Jam istirahat pertama telah tiba, dan suasana kantin penuh dengan kebisingan siswa-siswi yang saling bercengkrama. Nana duduk di meja yang terpisah, memandang Segara yang duduk di ujung sana bersama teman-temannya. Rasa cemas dan rasa bersalah bercampur aduk dalam pikirannya. Dia ingin sekali mendekati Segara, tetapi melihat sikapnya yang dingin membuat Nana enggan untuk mengganggu.

Deva datang menghampiri dengan mangkuk bakso di tangannya dan meminta izin untuk duduk bersama. Nana mengangguk, merasa sedikit terhibur dengan kehadiran teman barunya di sampingnya. Mereka berbicara ringan dan berbagi cerita, tetapi Nana tidak bisa sepenuhnya menikmati momen tersebut karena pikirannya terus melayang ke arah Segara.

Sementara itu, di kelas, Segara memusatkan perhatian pada gambarnya. Dia menggambar wajah Nana dengan penuh perhatian dan detail, setiap goresan mencerminkan rasa cintanya yang mendalam dan kesedihan hatinya. Setiap lekuk wajah Nana yang digambarnya menggambarkan keindahan dan kemarahan yang dirasakannya. Segara menulis pesan di bawah gambar, meluapkan perasaannya yang sebenarnya tak bisa diungkapkan secara langsung.

Setelah selesai, Segara menuju loker Nana. Dia tahu pin loker tersebut dan membukanya dengan hati-hati. Dengan lembut, Segara menaruh gambar wajah Nana di dalam loker, berharap Nana akan menemukan dan memahami perasaannya. Dia meninggalkan pesan terakhir di dalam hati, "Sampai jumpa Jela. Sampai kembali lagi jika Tuhan mempertemukan kita."

Segara meninggalkan loker dan melangkah pergi dengan perasaan campur aduk. Jatuh cinta memang tidak bisa direncanakan; meskipun banyak orang yang datang dan pergi, hanya ada satu orang yang bisa benar-benar merebut hati. Bagi Segara, orang itu adalah Nana. Meski saat ini mereka terpisah, harapan dan keyakinan Segara tetap bahwa cinta mereka mungkin akan memiliki kesempatan untuk berkembang lagi di masa depan.

OMBAK BERSORAKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang