Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Mulainya Kekacauan

19 15 0
                                        

Di kediaman Bisma yang sunyi, suasana terasa begitu hening setelah Segara meninggalkan kamar inapnya. Pikiran Bisma berkecamuk, mengingat kembali kata-kata yang ia lontarkan kepada Segara. Apakah Segara sudah memberitahu Nana bahwa ia adalah kakaknya? Atau justru tidak sama sekali? Semua pertanyaan itu berputar-putar dalam benaknya.

Tesya yang sejak tadi hanya diam, dengan hati-hati mengamati setiap gerakan Bisma dan Segara. Sesekali, ia melirik Amel, berusaha meyakinkan dirinya bahwa hubungan Bisma dan Amel benar-benar tidak ada masalah. Namun, dengan santainya, Febri justru menyebutkan nama Nana.

Sekejap, semua mata terfokus pada Febri. Tesya, yang duduk di sampingnya, tak bisa menahan diri dan mencubit pahanya dengan keras. Betapa bisa-bisanya Febri menyebut nama perempuan itu dalam situasi seperti ini, terlebih lagi dengan Amel, kekasih Bisma, yang ada di ruangan.

"Nana?" tanya Amel, suara terkejut namun penuh ketertarikan.

"Iya, itu cewek cantik," jawab Febri dengan senyum jahil, meski nyaris terpelanting akibat cubitan Tesya.

"Lo suka?" tanya Amel, ingin memastikan.

Febri buru-buru membantah, malah dengan cepat melemparkan pertanyaan itu ke Arul. Arul, yang masih duduk di hadapan Bisma, terlihat kesal. Nana memang cantik, tapi melihat bagaimana Febri bersikap tentangnya, Arul merasa kecewa dengan sikapnya terhadap Bisma.

Bisma, yang semakin pusing dibuat oleh suasana ini, hanya ingin ketenangan. Namun, Arul tak bisa menahan rasa ingin tahunya. Dengan suara pelan, ia berbisik kepada Bisma dan menanyakan hubungannya dengan Nana.

"Nana adik gue, tapi dia belum tahu kalau gue kakaknya. Dan lo, Arul, jangan bilang ke siapa-siapa, biar gue yang kasih tahu nanti," jelas Bisma dengan nada serius.

Arul terperanjat mendengar pengakuan Bisma. "Adik?" bisiknya dalam hati, terkejut. Selama ini, yang ia tahu, adik Bisma hanya Gita. Pertanyaan itu langsung meluncur dari mulutnya.

"Kenapa Nana bisa jadi adik lo?" tanya Arul dengan wajah penuh kebingungan.

"Nanti lo bakal tahu, gue belum siap buat cerita semuanya ke orang, ini juga aib keluarga," jelas Bisma, suaranya rendah namun penuh penekanan.

Arul mengangguk, mengerti bahwa temannya ini memang menyimpan begitu banyak rahasia yang tak terduga, jauh lebih dalam daripada yang ia kira.

Sementara itu, sekumpulan Tesya masih sibuk membicarakan Nana. Amel, yang mendengarkan percakapan tersebut, mengangguk setuju bahwa Nana memang cantik. Namun, saat ia memeriksa Instagram pribadi Nana, dia menemukan sesuatu yang menarik. Ternyata, hanya Bisma yang di-follow back oleh Nana, sementara akun teman-temannya yang lain hanya bisa mengikuti, tanpa mendapat perhatian serupa dari perempuan itu. Amel mulai berpikir, apakah mungkin ini perempuan yang dimaksud Tesya?

Amel menatap Tesya dengan penuh tanda tanya, otaknya mulai mencerna laporan yang baru saja didengar. Ia mulai merasa penasaran dengan sosok Nana dan merasa tertarik untuk mencari tahu lebih jauh.

Dengan rasa ingin tahu yang semakin memuncak, Amel melanjutkan menyelusuri Instagram Nana. Ia memeriksa setiap foto dan cerita yang diunggah, berharap bisa menemukan petunjuk lebih lanjut. Tak lama kemudian, matanya terfokus pada sebuah foto yang cukup mengejutkan. Di antara foto-foto lainnya, ia melihat sebuah potret Segara dan Nana bersama, terpampang jelas di halaman sosial media perempuan itu.

"Ha," Amel tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh arti.

Namun, sebelum Amel benar-benar pergi, Tesya tak bisa menahan rasa ingin tahunya. Dengan langkah cepat, ia menghampiri Amel yang sudah siap keluar dan bertanya, "Amel, ada apa? Kenapa kayaknya ada yang aneh?"

OMBAK BERSORAKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang