Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Kekecewaan Bisma

23 17 0
                                        

Sesampainya di rumah, Bisma merasa lelah dan memutuskan untuk menginap di rumah Nana. Dengan sedikit enggan, namun rasa lelah yang tak tertahankan membuatnya setuju ketika Nana mengajaknya masuk ke dalam.

"Ayok," ajak Nana dengan nada ceria, mengarahkan Bisma ke kamarnya. Tanpa banyak bicara, Bisma hanya mengikuti langkah Nana, masih merasakan kantuk dan kelelahan yang menyelimuti tubuhnya.

Begitu memasuki kamar Nana, Bisma sedikit tertegun. Kamar tersebut didominasi oleh nuansa pink yang cerah, dihiasi dengan berbagai poster anime dan figur-figur kecil yang tertata rapi di rak-rak dinding. Matanya menyapu seluruh ruangan, terpikat oleh keunikan yang ditampilkan kamar tersebut.

"Cukup unik," gumamnya pelan.

Nana, yang sepertinya sudah terbiasa dengan reaksi semacam itu, hanya tersenyum, "Tunggu di sini sebentar ya, aku mau ambil beberapa cemilan dan jus buat kamu." Bisma hanya mengangguk pelan, masih sibuk memperhatikan setiap detail di kamar Nana.

Sambil menunggu, Bisma melepas ranselnya dan meletakkannya di kursi di dekat meja belajar Nana. Matanya tertarik pada sebuah foto yang tergantung di dinding, menampilkan seorang anak laki-laki dan perempuan yang terlihat sangat akrab. Ia mendekati foto itu dan mengambilnya untuk melihat lebih dekat. Anak perempuan dalam foto itu jelas Nana, dan anak laki-laki di sampingnya—tiba-tiba, sebuah ingatan lama terlintas dalam benaknya.

"Ah, anak kecil itu..." Bisma bergumam, ingatannya kembali pada tragedi pemakaman ayahnya dulu. Anak perempuan itu, Nana, adalah satu-satunya orang yang terus menatapnya dengan mata penuh simpati saat ia berjuang menahan tangis di pemakaman tersebut. Sebuah perasaan yang campur aduk antara nostalgia dan duka mengisi hatinya saat ia menyadari betapa lama pertemuan mereka sebenarnya sudah terjadi, tanpa pernah ia sadari sebelumnya.

Bisma menaruh kembali bingkai foto itu, kemudian melanjutkan menjelajahi kamar Nana. Tangannya secara tidak sadar menarik sebuah bingkai foto lainnya dari dalam lemari kaca yang berisi foto Nana bersama ayahnya. Wajah mereka penuh dengan kebahagiaan, kontras dengan perasaan yang sekarang memenuhi hati Bisma. Napasnya terasa berat, seakan beban masa lalu kembali menghimpit dadanya. Ia berusaha keras menahan air mata yang menggenang di matanya, tak ingin terlihat lemah di depan Nana.

Nana muncul kembali ke dalam kamar, membawa nampan berisi beberapa cemilan dan dua gelas jus. "Bisma lagi liat apa?" tanya Nana dengan nada penasaran, melihat Bisma berdiri di dekat lemari kaca.

Bisma cepat-cepat menyembunyikan perasaan yang membanjiri dirinya. Ia menoleh ke arah Nana dan tersenyum tipis. "Enggak apa-apa, kamarnya bagus," jawabnya sambil berusaha terdengar santai, meskipun dalam hatinya perasaan sedih dan kecewa masih menggema.

Nana tersenyum lembut, seakan memahami sesuatu tanpa perlu dijelaskan. Ia mendekat dan menggenggam tangan Bisma dengan erat, memberi kekuatan yang tenang dan hangat.

"Ayo kita makan malam dulu," ajaknya lembut.

Bisma mengangguk dan mengikuti langkah Nana ke arah dapur. Perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya kini perlahan mulai mereda, digantikan oleh rasa nyaman yang ia temukan di rumah Nana—rumah yang, untuk sementara, memberinya tempat berlindung dari segala perasaan berat yang selama ini ia pendam.

"Ayok makan dulu, udah Bunda siapin," ucap Bunda Wina dengan senyum hangat yang khas seorang ibu. Namun, senyum itu justru membuat perasaan Bisma kembali tak enak. Sejak pertama kali melihat Bunda Wina, ada sesuatu yang membuat hatinya tak tenang, seakan ada bayangan masa lalu yang kembali menghantuinya.

Bisma berjalan perlahan ke meja makan dan duduk di kursi yang disediakan. Suasana rumah Nana yang hangat dan nyaman terasa asing baginya, seakan menyembunyikan perasaan yang tak bisa ia ungkapkan. Bunda Wina duduk di seberang meja, menatap Bisma dengan pandangan yang penuh perhatian.

OMBAK BERSORAKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang