🐻 Chapter 19🦊

552 32 0
                                    

TW // NSFW 🔞 blow job, hand job, be aware ⚠️

"Mas boleh yaa??" Saat tawaran itu terdengar sendiri dari mulut cantik Haze, memohon untuk berbuat lebih dari sekedar ciuman. Tubuh Gavriel kaku berada di bawah kungkungan Haze.

"Lo yakin?? Pasti bakalan sakit banget." Tawaran itu seolah kena pada umpannya.

"Yakin, apa Mas ga mau??" Benar-benar seperti sedang transaksi jual beli.

Gavriel bangun dari kasurnya, Haze tetap duduk di pangkuan Gavriel, kini ia menduduki gundukan yang sudah ingin ia keluarkan sedari tadi.

Gavriel menyisipkan anak rambut yang mulai lepek karena keringat. Ia tatap mata Haze dalam-dalam.

"Mas mau, mau banget. Tapi kalo Mas nyakitin Lo, mas ga mau." Haze menundukkan kepalanya, sebenarnya ia tidak mau mengacaukan mood Haze, tapi rasa sayang Gavriel lebih besar kepadanya, ia tidak ingin menyakitinya.

Haze masih menundukkan kepalanya, Gavriel makin bersalah. Tangannya terulur untuk memegang pipinya namun dengan cepat Haze menepisnya.

Haze hendak bergerak turun dari pangkuan Gavriel, namun ia tahan. Haze berontak diatas pangkuannya.

"Lepasin!!!! Buat apa gue disini kalo Mas ga mau. Lepas!!!!" Haze marah, ia terus berontak sampai sesuatu di balik celana Gavriel terus bergesekan dengan pantat Haze membuat Gavriel tidak bisa menahannya.

Gavriel menahan tubuh Haze dan menidurkan diatas kasur, kini Haze dalam kungkungan Gavriel. Sorot mata tajam Gavriel sukses membuatnya takut. Haze membeku saat tatapan itu terus menghujamnya.

"Oke kalo itu yang Lo mau, dengan senang hati."

Gavriel mencium bibir Haze dengan terburu-buru, ia lepas semua kancing kemeja milik Haze dengan cepat. Haze kewalahan dengan tempo ciuman Gavriel, persis seperti kesetanan.

Ia buka dada cantik Haze, tanpa berlama-lama ciumannya lebih cepat dan tubuh mereka saling menempel. Ciuman itu turun ke leher Haze, kecupan dan kiss mark ia bubuhkan disana, merah keunguan sangat cantik di leher Haze, tubuh Haze menggeliat hebat saat Gavriel mulai turun menyesap nipple Haze.

Satu nipple ia mainkan dengan lidah, menyesap dan menyedotnya seperti bayi kelaparan, satu nipple lainnya ia mainkan dengan jarinya, memutar bahkan memilin.

Leguhan demi leguhan nyaring terdengar di kamar itu, jambakan tangan Haze ke rambut Gavriel menyalurkan rasa nikmat tiada tara.

Tubuh Haze terus bergerak saat Gavriel mulai memegang gundukan daging didalam celana Haze dengan tangan besar itu. Mengelus naik turun, memutar bahkan sampai ke belakang analnya. Tubuh Haze ingin lebih di sentuh.

"Ahh buka aja celana dalamnya ahh."

Sesuai perintah, Gavriel mulai membuka celana dalamnya. Penis mungil itu menyapa Haze dan Gavriel seolah ingin segera ia lahap dengan cara blow job.

Gavriel menatap mata sayu Haze sambil terus memohon untuk segera memasukkan penisnya kedalam mulutnya. Namun, itu bukan tugasnya.

Seperti di permainkan, Gavriel hanya memegang dan mengocok penis itu dengan tangan besar, sukses membuat Haze bergerak random seperti mendapatnya sengatan kenikmatan yang membuatnya hilang akal sehat.

Setelah tempo kocokan itu makin cepat dan mulai ada tanda-tanda akan di muntahkan, Gavriel ingin melihat wajah cantik itu saat pelepasan terjadi.

"Terus ahh bentar lagi sampai ahh hmmp."

Benar hanya butuh beberapa detik, cairan putihnya di muntahkan dari sarangnya. Dada Haze membusung menyalurkan rasa nikmat, membuat Haze lemas dan keringatnya mulai turun deras dari tubuhnya.

Forbidden Love or Fate Love ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang