Disclaimer :
-BXB
-ALL FICTION (jgn kebawa rl)
-CW // TW // NSFW 🔞
-Fantasy
-Harsh words
-Ignore time stamp and typos
-Photo by pinterest, twt, and more
-Give me feedback (be wise reader)
- jika ada kesamaan, kemiripan nama tokoh, cerita atau apapu...
Layaknya pasusu, Gavriel dan Haze sangat menikmati malam panjangnya di Jerman. Tidak ada beban, tidak ada jarak yang membuat mereka selalu ribut dan berargumen siapa yang paling banyak nahan kangen, chat setiap detik karena khawatir, dan nangis setiap malam karena overthinking dengan keberadaan masing-masing yang jauh dari jangkauan mereka.
Pagi yang cerah, Haze tidak menemukan Gavriel di sampingnya. Berbalut selimut yang menutupi tubuh telanjangnya, Haze mengedipkan matanya berkali-kali, memastikan ia tidak mimpi bertemu dengan Gavriel.
"Mas?"
"Mas Cio?? Mas??"
Berkali-kali Haze memanggil nama Gavriel, hasilnya nihil. Haze mengerutkan keningnya, Haze duduk sambil menarik selimut yang membalutnya, pandangan Haze mengitari sekeliling kamar hotel, tidak ada Gavriel. Haze bangun dari kasurnya kemudian Haze memakan bajunya. Setelah itu, Haze berjalan ke dalam kamar mandi, ia ingin memastikan lagi bahwa ia tidak halusinasi, bahkan kegiatan panas mereka semalam sangat nyata, mustahil halusinasi. Namun kemana Gavriel??
"Mas?? Mas Cio??"
Haze kesal, dengan cepat ia mengambil ponselnya dan mengirimnya pesan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat suara pintu kamar hotelnya terdengar, Haze langsung berlari kearah pintu. Gavriel kaget karena kesayangannya berdiri dengan wajah kesal namun bibirnya melengkung ke bawah. Haze melihat Gavriel membawa dua kantong plastik penuh dengan bahan makanan.
"Darimana sih?? Ko tiba-tiba ngilang!!"
Haze melipatkan kedua tangannya dengan wajah marahnya. Gavriel menutup pintu dengan susah payah karena dua plastik belanjaannya.
"Sayang, masuk dulu yaa, berat ini."
Haze tidak bergerak, ia masih memblokade jalan Gavriel. Gavriel berjalan mendekati Haze dan mencium kening dan bibirnya, Gavriel tau kelemahan Haze.
"Ihhhh!!! Aku lagi marah yaa!! Main cium-cium!!!"
"Terus mau nya apa sayang?? Mas pergi ke supermarket dekat hotel, Mas beli bahan makanan untuk beberapa hari kedepan. Mas kan tinggal disini selama 1.5bulan, ga mungkin mas beli terus tiap kali makan??"