🐻 Chapter 31🦊

363 34 15
                                    

Nada dering bersumber dari ponsel Gavriel, ntah sudah berkali berdering, namun Gavriel tidak ingin mengganggu sarapan pagi dengan kesayangannya itu.

Haze mendengarnya, menatap wajah damai Gavriel sambil mengunyah makanannya seolah tak peduli dengan ponselnya yang sibuk berdering.

"Mas, hp Mas bunyi tuh?? Sapa tau penting."

"Kamu lebih penting sayang."

"Iya, tapi siapa tau lebih urgent, kan aku disini sama Mas."

Haze mencoba bersikap dewasa, Gavriel menatap lamat-lamat mata indah Haze seakan-akan mencari jawaban namun di balas dengan kode meyakinkan bahwa ia tidak apa-apa.

Gavriel berdiri dan sedikit mencuri satu kecupan di dahinya. Haze tersenyum, ia benar-benar sangat dicintai dengan Gavriel.

Gavriel berjalan ke kamar dan melihat notifikasi 5 panggilan tak terjawab dari papa nya. Sesekali Gavriel menatap kearah kesayangannya, Haze sedang lahap memakan sarapannya di ujung sana, Gavriel ragu untuk mengangkat telepon dari Papa nya karena suara itu pasti terdengar Haze.

Akhirnya ponsel Gavriel berbunyi lagi, Haze sadar akan ponsel Gavriel berdering namun tak segera diangkat, Haze tersenyum manis kearah Gavriel saat pandangan mereka bertemu.

Gavriel gugup, ia ingin mengangkat telepon diluar kamar supaya Haze tidak mendengarkan percakapan mereka. Namun, Haze pasti curiga.

"Hallo."
"KEMANA AJA LUAMA BANGET ANGKAT TELEPONNYA?? KAMU BENAR-BENAR UDAH GA ANGGAP PAPA SEBAGAI ORANGTUAMU LAGI HAH??"

Suara Omelan khas Papanya membuat telinga Gavriel malas untuk mengangkat teleponnya.

"GAVRIEL!!! JAWAB!! KAMU DIMANA SEKARANG?? PAPA SUSUL KAMU KE JAKARTA, TAPI KAMU GA ADA DI APARTEMEN?? MAU JADI APA KAMU?? KAMU PAPA KULIAHKAN SAMPAI SEKARANG MENJADI SEORANG JAKSA, TAPI APA BALASAN DARI KELAKUAN KAMU KEPADA MAMA DAN PAPA?? PULANG!! DIMANAPUN KAMU, PULANG SEKARANG!!! PERNIKAHAN KAMU AKAN DI SELENGGARAKAN SEGERA, MAMAMU TIAP MALAM NANGIS KARENA SIKAP KAMU YANG KURANG AJAR DENGAN ORANG TUAMU, YANG MALU BUKAN CUMA MAMA DAN PAPA, TAPI SELURUH KELUARGA BESAR DAN KELUARGA LUNA!!"

Pasti, pasti Papa akan membahas lagi tentang perjodohannya dengan Luna. Gavriel muak dengan kenyataan konyol ini.

Haze memandang Gavriel sedikit mengerutkan dahinya karena ekspresi kesal dari wajah kekasihnya sangat kental walaupun jaraknya cukup jauh dari pandangan mata. Haze berdiri berjalan mendekati Gavriel, Gavriel semakin bingung, Haze mendekatinya pasti ingin menenangkan dirinya sambil minta peluk, Gavriel takut Haze mendengar suara lantang Omelan dari Papanya. Namun mustahil Gavriel melarang Haze untuk mendekatinya karena Haze akan makin curiga dengan apa yang terjadi.

Papanya masih terus memarahinya, saat Haze sudah berada di hadapannya sambil membuka akses untuk memeluknya, dengan cepat Gavriel menekan tombol mute agar Haze tidak mendengarkan suara Papanya. Gavriel berjalan agak lemas mendekati Haze yang siap memeluknya. Pelukan erat Haze saat sang dominan masuk ke pelukan di tubuh mungilnya. Haze bisa merasakan nafas berat terdengar di telinganya. Tidak ingin mendistrak untuk sementara, Haze menikmati detakan jantung Gavriel yang cukup cepat.

"Mas??"

"Hmm??"

"Siapa yang telepon??"

"Maaf dek, tapi Mas ga mau bahas dulu yaa. Mas mau peluk adek dulu."

"Dududu, sekarang siapa yang bayi??"

"Sekarang, Mas yang bayi."

Suara renyah tawa Haze sangat menghibur hati dan pikiran Gavriel, ia menengok ponselnya dan telepon Papa belum selesai. Haze mencoba berjalan sambil membawa sang dominan keatas kasur, namun tubuh mungilnya tidak seimbang dengan tubuh dominannya. Gavriel mengetahui tindakan Haze, ia langsung menggendong tubuh Haze seperti karung beras dan berjalan keatas kasur dan memangku Haze diatas pahanya, memasukkan Haze kedalam pelukannya sambil mengelus-elus punggungnya.

Forbidden Love or Fate Love ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang