Cw // mature content ♨️🔞, Mpreg
Halaman rumah Haze dan Gavriel cukup luas untuk parkir mobil mereka saat sampai rumah tercinta, rumah yang sangat di tunggu-tunggu oleh Haze sejak selesai konsultasi dengan dokter kandungannya.
Saat hormon dopamine bergabung dengan hormon estrogen dan progesteron membuat tingkat nafsu Haze semakin naik drastis dan membuat Haze sendiri kalang kabut mengontrolnya.
Sejak mereka masuk ke dalam mobil, tangan Haze sangat nakal berada di kejantanan Gavriel, membuatnya geli sekaligus nikmat. Haze terus menerus memijat bagian sensitif Gavriel. Berkali-kali Gavriel protes untuk tidak membangunkan kebanggaannya itu namun telinga Haze tiba-tiba tuli.
Kini, tepat di parkiran mobilnya Haze membuka seatbelt nya dan naik ke atas pangkuan Gavriel. Seakan Haze lupa bahwa perutnya makin besar dan tidak bisa berpelukan seperti kebiasaannya, Gavriel harus menurunkan tuas jok mobilnya sebanyak 35° dan Haze bisa duduk dengan nyaman di pangkuan Gavriel, namun lagi-lagi tidak bisa berciuman, posisi Haze dan Gavriel harus di ganti. Namun Gavriel seakan menahan Haze untuk main di dalam mobil.
"Sayang, kita main di dalam rumah aja yaa. Mas takut ada orang yang akan ganggu main kita."
"Ide bagus!! Ayoo cepetaaann!!!"
"Iya sayang astaga."
Gavriel menggendong Haze ala bridal, Haze terus menciumi leher dan menurunkan kaosnya supaya Haze kecup. Benar-benar nafsu Haze sudah tidak tertolong lagi. Gavriel hampir kewalahan menghadapi hormon hamil Haze.
Baru saja masuk di dalam rumah, Haze sudah menarik leher Gavriel untuk berciuman dengannya. Ciuman terburu-buru sangat berantakan dan Gavriel mencoba membiarkan si cantik mendominasi permainannya dan nafsunya tersalurkan dengan baik.
Haze tiba-tiba melepaskan ciumannya dan memasang muka kesel sambil manyun.
"Jadi aku aja yang mau???"
"Engga sayang, Mas mau kamu pimpin permainan malam ini."
"Tapi aku ga sehebat Mas tau IHH!!!!"
Tanpa pikir panjang, Gavriel langsung menyambar bibir sedikit bengkak milik si cantik dengan ciuman sangat dalam sampai lidah Gavriel masuk ke dalam langit-langit mulut Haze dan hampir tersedak.
Desahan ringan Haze berkali-kali terdengar oleh telinga Gavriel membuat Gavriel makin semangat memanjakan suaminya yang sedang binal.
Sampai di atas kasur, Gavriel menyiapkan bantal khusus untuk si cantik supaya permainan kali ini sangat aman untuk dekmil.
Gavriel melucuti pakaian Haze dan Gavriel gemas dengan perut buncitnya itu lalu mengelusnya dengan pelan. Haze berada di dalam kungkungannya.
"Jangan di elus aja Papa. Masukin!!!"
"Lubang kamu belum becek sayang."
"Pake pelumas aja Mas, kelamaan nunggu becek."
"Ga sabar yaa??"
"Iyaa, ga sabar minta di colok."
Gavriel tertawa karena jawaban konyol Haze. Gavriel sibuk tertawa tapi Haze sibuk melucuti baju Gavriel dari bawah tubuhnya dan mengelus-elus sang perkasa yang sedang tidur.
Haze menarik tengkuk leher sang dominant dan memintanya untuk memulai foreplay. Kini, Gavriel akan melayani suaminya dengan baik. Gavriel menciumi kening, mata, kedua pipinya, hidung dan terakhir ciuman dalam di bibir si cantik dengan gigitan dan kuluman bibir serta lidah yang membuat Haze mati kutu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Love or Fate Love ?
FanficDisclaimer : -BXB -ALL FICTION (jgn kebawa rl) -CW // TW // NSFW 🔞 -Fantasy -Harsh words -Ignore time stamp and typos -Photo by pinterest, twt, and more -Give me feedback (be wise reader) - jika ada kesamaan, kemiripan nama tokoh, cerita atau apapu...