🐻💍 Season 2 - After Married (23)💐🦊

160 17 3
                                    

"Mas!! Engga!! Jangan tinggalin aku Mas!! Engga!! Aku mau ikut!! Mas!!"

Tepat jam 01.37 Haze mengigau atau lebih tepatnya mimpi buruk. Haze menarik-narik selimutnya dan membuat Gavriel terbangun dan menatap si cantiknya terus menyebut namanya dengan mata terpejam.

"Sayang, hey sayang bangun, Haze sayang, adek."

Gavriel menepuk-nepuk pelan pipinya dan mengusap keningnya yang penuh dengan keringat itu. Selang beberapa menit, Haze membuka kedua matanya lalu menatap Gavriel dengan tatapan seakan mencerna keadaan saat itu.

"Sayang, kamu gapapa kan??"

Gavriel terus menatap Haze sambil menyingkap anak-anak rambut Haze yang menempel pada keningnya akibat keringat. Gavriel mengambil tissue dan mengelapnya.

"Mas disini??"

"Mas disini sayang, Mas ga kemana-mana."

Air mata Haze mulai luruh, Gavriel memeluk Haze dengan erat.

"Mas ga akan ninggalin kamu sayang, jangan khawatir yaa."

"Mas, aku takut Mas pergi. Jangan tinggal adek sama dedek yaa Mas hiks."

"Engga sayang, Mas ga akan pergi. Kita bobo lagi yaa."

Haze menggenggam erat tangannya dan memasukkan pada pelukannya supaya Gavriel tidak pergi darinya, kemudian kembali menutup matanya. Gavriel mengecup kening Haze lalu melanjutkan tidurnya.

Pagi hari, ada suara ketukan pintu dan sautan dari luar.

"Mas, sayang udah bangun belum?? Sarapan dulu sini."

Gavriel membuka matanya, padahal masih jam 07.30, tapi adat kebiasaan keluarga Gavriel jika pagi hari semua orang akan di kumpulkan menjadi satu di meja makan dan menyantap sarapan pagi bersama.

Gavriel masih menatap Haze yang terus menggenggam erat tangannya. Gavriel mengecup kening Haze dan hendak bangun, namun akibat eratnya genggaman tangan mereka Haze kaget dan membuka matanya.

"Mas mau kemana??"

"Ke kamar mandi sayang."

"Ikut."

"Ayo, Mas bantuin."

Gavriel melepaskan genggaman tangan Haze lalu membantunya bangun dan pergi ke kamar mandi bersama. Dengan perlahan Gavriel menuntun Haze ke kamar mandi. Membantunya menggosok gigi, menggantikan celana serta bajunya lalu mencuci mukanya. Setelah selesai, kini giliran sang suami. Gavriel adalah suami siaga untuk Haze selama hamil. Dengan telaten, Gavriel membantu semua kegiatan Haze. Haze tidak bisa bayangkan jika selama LDR, Haze akan melakukan semua kegiatannya dengan keterbatasan geraknya karena hamil tua sendirian tanpa sang suami.

Mata cantik itu mengikuti kemanapun Gavriel lakukan, sesekali Gavriel mengecup kening Haze tanda cintanya kepada sang suami. Saat mereka masih di kamar mandi, ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya.

"Mas, Haze semua udah nungguin nak. Ayo keluar dari kamar mandi, kita sarapan bersama."

"Bentar Mah."

"Jangan lama-lama Mas semua orang menunggu."

"Iya."

Itu adalah sang Mama mertua. Mama mertua Haze memang sangat menyayangi Haze, namun kalau masalah tradisi keluarga Gavriel, Mama akan sedikit tegas dengan keduanya. Saat semua beres dan Haze di bantu berdiri tiba-tiba perut Haze kram.

"Aww — sakit Mas."

"Kram lagi??"

"Iya shhh sakit."

Forbidden Love or Fate Love ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang