🐻💍 Season 2 - After Married (03)💐🦊

361 51 26
                                    

"Hueeekkkk Hueeeekkkk."

Pendengaran Gavriel sepertinya akan terbiasa dengan suara lantang Haze di kamar mandi. Semenjak dinyatakan hamil muda, morning sickness Haze makin meningkat. Gavriel sebagai suami siaga terus mendampingi Haze. Gavriel memijit bahu dan tengkuk leher Haze.

"Udah lega??"

"Hmm."

"Kenapa?? Masih mau muntah??"

"Cape."

"Cape bolak balik yaa?? Kalo mau Mas gendong??"

"Ga mau, sampe kapan sih Mas mualnya?? Perasaan Mba Luna ga muntah-muntah waktu hamil??"

"Kan tiap orang berbeda-beda sayang. Udah jangan sebut nama mba mu itu yaa, mau Mas ambilin susunya??"

Haze mengangguk dan mengangkat kedua tangannya keatas sebagai tanda ingin di gendong. Gavriel tersenyum dan langsung menggendong Haze dengan gendongan depan. Haze membaringkan kepalanya di bahu sang dominant.

"Mau di kamar apa di ruang tamu minum susunya??"

"Terserah Mas aja, aku mau di peluk Mas terus."

"Uhh manjanya."

Haze mengusakkan kepalanya di ceruk leher Gavriel. Gavriel menggendong keluar dari kamar mandi dan berjalan keluar kamar. Gavriel menaruh Haze di sofa ruang tamu yang menghadap dapur.

"Tunggu disini yaa cantik, Mas ambil susunya dulu supaya mualnya berkurang."

Gavriel mengecup kening Haze lalu tersenyum, Haze pun membalas senyuman suaminya dengan senyuman paling manis.

Gavriel menuangkan susunya di gelas lalu membawanya dengan toast yang ia buat untuk sarapan. Gavriel menaruh susu dan toast di atas meja, lalu ia mengambil sarapan punyanya juga. Setelah beres, Gavriel duduk di samping Haze, namun Haze justru merangkak dan naik keatas pangkuan Gavriel. Tangan Gavriel Haze ambil supaya merangkul pinggangnya dan Haze menidurkan tubuhnya di dada sang dominant.

"Sayang, sarapan dulu yaa."

"Mual."

"Iya makanya susunya cepet di minum biar ga mual sayang."

"Tapi nanti peluk yaa, Mas kerja ga??"

"Mas udah bilang sama atasan ko Mas masuk kerja kalo adek udah tidur, makanya sekarang sarapan minum susu terus tidur."

"Ihh kaya bayi."

"Emang bayi kan??"

Tenaga Haze untuk mencubit Gavriel tidak berkurang, Gavriel pun aneh dengan tenaga Haze.

"Mau di suapin apa makan sendiri??"

Haze membuka mulutnya dan Gavriel tau jika suaminya ingin di suapi. Segera Gavriel memberikan satu potong kecil toast dan menyuapinya. Baru beberapa potongan roti, Haze hampir memuntahkannya lagi, namun di tahan dengan menutup mulutnya.

"Kunyah sayang, paksain makan. Kasian dedenya butuh makan."

Haze memaksakan untuk mengunyah dan menelan makanannya sambil berlinang airmatanya karena benar-benar mual. Lalu Haze meminum susunya sampai habis.

"Pinter sayangku, masih mau rotinya ga??"

Haze menggelengkan kepalanya dan memeluk Gavriel dengan erat. Gavriel mengusap-usap punggung dan kepalanya sambil menghabiskan sarapannya.

"Mas."

"Iya sayang??"

"Mas ga cuti aja??"

Forbidden Love or Fate Love ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang