Tepat pukul 06.00 alarm dari ponsel Haze berbunyi, Haze membuka matanya lalu melihat jam.
Haze duduk sambil menyender di headboard. Ia melamun sambil mengingat-ingat bahwa hari ini hari pertama masuk sekolah.
Haze tersenyum, ia harus berangkat ke sekolahnya hari ini. Haze berjalan pergi ke kamar mandi.
Setelah mandi, Haze bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Haze turun dari kamar ke lantai bawah dengan riang.
Haze seketika kaget luar biasa karena melihat Gavriel sedang berbicara dengan kedua orangtuanya. Haze membeku,namun seketika tubuhnya lemas.
"Ngapain dia ada di rumah gue sama Mama Papa?? Anjing takut banget."
Gavriel tersenyum kearah Haze, Mama dan Papanya sadar melihat anak bungsunya udah rapi dan berdiri disana sedari tadi.
"Sayang sini sarapan dulu, ko bengong disitu??"
"Sini dek, ada tamu nih."
Haze berjalan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Haze duduk disamping Mama, senyum canggung Haze terlihat membuat Gavriel ingin tertawa karenanya.
"Dek, Mama denger kamu udah dapet sekolahnya berkat Gavriel??"
"I–iya mah."
"Ko gugup?? Kenapa?? Karena baru pertama masuk sekolah lagi yaa??"
"Engga ko, eyyy Haze udah gede. Masa gugup sih."
Gavriel menutup mulutnya karena terkekeh melihat betapa lucunya Haze saat itu.
"Ngapain Lo kesini??"
"Ehh tamunya dateng malah ga sopan sih dek??"
"Iya nih Pah, kita ga ngajarin Haze kaya gini deh??"
Ketiga orang dewasa di depannya melihat kearahnya dalam waktu yang bersamaan, Haze semakin kecil dibuatnya.
"Udah, sarapan dulu. Nanti adek di anter sama Gavriel yaa."
Hampir tersedak karena air minumnya, membuat kedua orang tuanya saling menatap.
"Dek, kamu baik-baik aja kan??"
"Baik mah baik."
"Awas aja Lo di mobil, gue cubit sampe memar Lo!!!"
Haze tidak bisa menahan kesalnya dengan Gavriel. Tangannya mengepal serasa ingin memberikan bogeman mentah kepada Gavriel saat itu juga.
Selesai sarapan, Haze bergegas pamit untuk berangkat, Gavriel pun izin untuk mengantarkan Haze. Kedua orang tua Haze tidak keberatan, justru senang Haze ada teman untuk berangkat.
"Mah, Pah, adek berangkat yaa."
"Hati-hati dijalan sayang, bilang sama gavriel suruh hati-hati nyetirnya."
"Ok mah."
Gavriel membungkukkan badannya sambil tersenyum, Haze menatap sarkas kepada Gavriel.
Sampai di mobil, Haze memasang seatbelt lalu melipat kedua tangannya kedepan dada.
"Ngapain pagi-pagi udah ke rumah??"
"Jemput Lo lahh, kan kita searah. Kantor gue setelah sekolah Lo. Jadi yaa sekalian."
"Yakin Lo??"
"Kapan-kapan mau main ke kantor gue??"
"Ngapain??"
"Liat gue di ruang sidanglah, banyak yang kagum sama gue kalo gue lagi di ruang sidang sebagai Jaksa. Lo pasti jatuh cinta sama gue."

KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Love or Fate Love ?
Fiksi PenggemarDisclaimer : -BXB -ALL FICTION (jgn kebawa rl) -CW // TW // NSFW 🔞 -Fantasy -Harsh words -Ignore time stamp and typos -Photo by pinterest, twt, and more -Give me feedback (be wise reader) - jika ada kesamaan, kemiripan nama tokoh, cerita atau apapu...