🐻💍 Season 2 - After Married (24)💐🦊

181 35 16
                                    

Cw// anger, sad, mixing feeling

"Halo, ohh udah di jalan? Ok hati-hati di jalan ya jeng. Ok baik."

Mama mertua mendapatkan telepon dari sang besan yaitu Mama Haze. Mereka berada di jalan menuju Surabaya.

"Siapa Mah??"

Suara berat itu terdengar dari belakang sang Mama, lalu ia menoleh ternyata Gavriel bersama dengan Haze sedang berjalan saling menuntun.

"Mertua kamu, Mama Haze. Katanya mereka udah di jalan, sebentar lagi sampai."

Refleks mata Gavriel menoleh ke arah Haze. Haze tak menampakkan raut wajah terkejut atau apapun malah raut wajah datar yang ia perlihatkan lalu ada senyuman manis saat sang Mama menatap wajah Haze.

"Mau kemana Mas??"

"Jalan kaki lagi Mah, olahraga sama Haze."

"Iya, banyakin jalan supaya kakinya ga bengkak dan melahirkannya mudah."

"Iya Mah."

"Yaudah, kalo udah jangan lupa sarapan ya."

"Iya Mah."

Gavriel dan Haze keluar dari rumah menuju pekarangan. Gavriel mengelus-elus punggung Haze dan Haze menoleh kearah suaminya.

"Adek baik-baik aja Mas, ga usah khawatir ya."

"Dek, Mas boleh tanya sesuatu ga??"

"Boleh tapi abis jalan kaki ya."

"Ok sayang."

Mereka melanjutkan jalan kaki di pagi hari sekitar 20-30 menit. Haze pun merasakan punggungnya panas dan nafasnya mulai memburu. Haze pun melatih pernafasannya supaya saat melahirkan, ia tidak kesulitan untuk mengatur nafas.

Setelah kembali sampai ke rumah, mereka duduk di taman pekarangan rumah sambil meluruskan kaki dan punggung Haze. Haze makin kesusahan untuk duduk dengan tenang. Perutnya yang makin besar membuatnya tubuhnya cepat cape. Gavriel berjongkok lalu memijat sedikit kaki Haze supaya tidak kram. Haze mengusap kepala sang suami.

"Mas."

"Iya dek??"

"Mas mau nanya apa??"

Gavriel duduk di samping Haze sambil mengelus-elus perut besar Haze lalu menatap matanya.

"Sayang, ntah pertanyaan ini akan membuat adek tersinggung atau tidak, tapi Mas sangat ingin menanyakan pertanyaan ini sama adek jauh sebelum kita menikah."

"Apa itu Mas?"

"Mas mau ngasih afirmasi positif dulu sama adek bahwa apapun yang adek dengar, adek jawab atau apapun itu Mas akan selalu mencintai adek seumur hidup Mas. Adek akan selalu menjadi prioritas paling utama Mas diatas segalanya. Jadi, adek jangan khawatir dengan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Mas akan menjadi orang pertama yang akan melindungi adek dan bayi kita apapun yang terjadi, ok?"

"Ko adek takut sama pertanyaan Mas??"

"Bukan pertanyaan sulit, tapi mungkin Mas ada sedikit keraguan aja. Daripada Mas tau dari orang lain, mending Mas tanya langsung sama adek."

"Iya sih, coba Mas mau tanya apa?"

"Dek, sebenarnya adek itu benar-benar anak kandung keluarga adek atau bukan?? Karena maaf banget, perlakuan mereka kepada adek tidak seperti keluarga kandung, melainkan seperti orang asing. Ntah ini cuma Mas yang merasakan seperti itu, tapi ini yang selalu Mas ingin tanyakan langsung sama adek."

Forbidden Love or Fate Love ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang