Disclaimer :
-BXB
-ALL FICTION (jgn kebawa rl)
-CW // TW // NSFW 🔞
-Fantasy
-Harsh words
-Ignore time stamp and typos
-Photo by pinterest, twt, and more
-Give me feedback (be wise reader)
- jika ada kesamaan, kemiripan nama tokoh, cerita atau apapu...
Setelah 1 jam Gavriel tidur di ruang khusus karyawan, alarm ponselnya pun berbunyi. Gavriel membuka matanya, ia bangun dari sofa dan menegakkan tubuhnya. Sakit kepalanya berkurang. Gavriel pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Pukul 3 sore, Gavriel melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertinggal, ia kembali ke ruangannya dan membuka berkas-berkasnya lagi. Ketika salah satu rekan kerjanya mendistraksi Gavriel.
"Gav, Lo di panggil atasan sekarang."
"Ok."
Gavriel pergi ke ruangan atasannya, semoga bukan hal yang serius.
Matanya bengkak, hidungnya tersumbat dan suaranya serak. Itulah yang Haze alami setelah ia bangun dari tidurnya. Haze duduk sambil mengumpulkan nyawanya, tiba-tiba ia inget dengan Gavriel. Haze kangen, tapi ia masih ngambek dengan Gavriel. Ia tidak mau membuka blokirannya untuk sementara waktu sampai Gavriel sendiri yang memintanya dengan cara apapun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah Gavriel menghadap ke atasan, ia kembali ke ruangannya.
"Ada apa Gav??"
"Ga ada apa-apa, besok gue ada 2 sidang."
"Ohh, Lo jadi ke Jerman??"
"Jadi."
"Oleh-oleh yaa??"
Gavriel diam, ia mengirim pesan kepada Luna, walaupun ia sebenarnya tidak suka minta tolong dengannya, tapi demi Haze.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gavriel lega, tinggal menunggu Haze membuka blokirannya. Gavriel bersiap untuk pulang ke apartemennya.
Setelah cuci muka, ia pergi ke dapur karena ia sadar belum makan dari pagi. Sampai di dapur, teman-teman satu bangsa Haze kaget dengan mata Haze yang bengkak.
Haze makan di ruang makan, ada satu temannya berasal dari Indonesia mendekatinya.