🐻💍 Season 2 - After Married (10)💐🦊

348 39 23
                                    

Haze membuka matanya pagi ini karena ia merasakan badannya remuk akibat semalam main dengan Gavriel. Selama dokter memperbolehkan Haze dan Gabriel untuk main, ini yang ke-3 kalinya selama 3 Minggu alias 1 Minggu sekali. Padahal dokter menyarankan 1 bulan 2x saja. Namun dengan alasan hormon hamil Haze yang tak tertahankan atau memang Haze sendiri ketagihan main selama hamil, kita ga tau. Haze pernah bilang kalau Haze merasa nyaman dan tidak ada keluhan apapun selama bermain, Gavriel tidak akan menolaknya, karena ia pun menginginkannya sebelum Gavriel akan kembali berpuasa menahan lagi nafsunya jika hamil Haze mulai masuk trimester ketiga.

"Mas."

"Hmm??"

"Mas ga kerja??"

"Kerja sayang, kenapa??"

"Udah jam 7."

Gavriel langsung membuka matanya dan bangun seketika dari kasurnya. Haze kaget karena Gavriel langsung berlari tanpa pakaian sama sekali ke kamar mandi. Haze terkekeh melihatnya.

Haze senyum-senyum sendiri ketika ia mengingat permainan semalam suntuk bersama suaminya karena mencoba posisi baru dan Haze sangat menyukainya. Haze sampai bilang ke Gavriel sambil berbisik.

"Ga sabar Minggu depan main lagi dengan posisi ini, ahhhh aku puas banget Mas."

Haze berteriak malu saat ia mengingat kata-katanya sendiri yang ia ucapkan di telinga Gavriel. Wajahnya merah seperti udang rebus. Wajah Haze panas dan ia merasa sangat happy dan ingin meledak.

Ternyata percampuran hormon estrogen dan progesteron serta dopamine membuat Haze jauh lebih bahagia setelah bermain.

Gavriel keluar dengan menggunakan bathrobe dengan rambut basahnya. Haze bangun dari kasurnya dan memakai piyama satin berwarna merah yang sangat kontras dengan kulitnya yang seputih susu.

"Sayang, Adek bantu ngeringin rambutnya yaa."

"Makasih sayang. Mas cari baju dulu."

Setelah bajunya siap, Gavriel hendak berpindah ke kamar mandi, namun Haze menahan tangannya.

"Mau kemana Mas?? Ganti disini aja."

"Nanti adek sange ga??"

"Yaa Tuhan, engga kayanya."

"Kayanya, curiga takut adek tiba-tiba bugil di depan Mas."

"Ihhh!! Orang semalem abis main kan??"

"Iyaa sayang, ywdh Mas ganti disini adek duduk di kursi. Jangan tiba-tiba minta gendong nanti."

"Ga janji hehe."

Haze adalah suami yang tidak pernah memegang janjinya. Sama seperti semalam, Gavriel pulang kantor lebih malam karena lembur. Haze berjanji kepadanya untuk tidak meminta main malam itu, namun saat Gavriel membuka kemejanya tepat di depan Haze, Haze menatap Gavriel sangat lapar seperti binatang buas yang siap menerkam mangsanya.

Sama seperti sekarang, saat Gavriel membuka bathrobe nya di depan Haze sambil menatap pergerakan mata si cantik yang duduk manis di hadapannya. Gavriel dengan cepat membuka bathrobe dan alhasil telanjang bulat di hadapan Haze lalu langsung mengambil celana dalam dan Haze berjalan ke arahnya dan memegang kedua pipi sang dominant.

"Dek, jangan yaa dek yaa."

"Ihhh!! Masa ga boleh??"

"Sayang Mas udah mandi, Mas ada kerjaan banyak di kantor yang -."

Haze menarik bahu telanjang sang dominant dan mencium bibir Gavriel dengan lapar, seraya appetizer sebelum sarapan pagi. Gavriel segera menaikkan celana dalamnya sebelum tangan nakal Haze memegang sang perkasa miliknya.

Forbidden Love or Fate Love ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang