Hongjoong memikirkan perkataan San padanya saat di cafe tadi. Song Mingi. Memanglah benar, rasanya Mingi akan cocok mengenakan koleksi miliknya, hanya saja Mingi sedang berada di Swiss dan ia masih terikat kontrak kerja selama 2 tahun lamanya. Hongjoong bingung bagaimana mengajak Mingi untuk kembali menjadi modelnya.
"Sayang? Kamu kenapa?" Seonghwa duduk disamping Hongjoong.
"Hai sayang, kau sudah pulang?" Hongjoong mengecup bibir sang istri.
"Iya aku baru saja sampai, kau kenapa hm? Ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?" Seonghwa merapikan rambut Hongjoong yang berantakan akibat ia baru saja selesai membersihkan diri.
"San menolak tawaranku sayang."
"Hah?? Kenapa?? Bagaimana bisa??" Seonghwa melebarkan matanya terkejut.
"Iya.. San merasa koleksiku kali ini tak cocok dengannya. Dan setelah mencoba sampelnya, ternyata benar. San kurang cocok mengenakan koleksiku. Hah.." Hongjoong menghela napas panjang.
"Jadi bagaimana? Apa kau akan menundanya?" Seonghwa menatap Hongjoong.
"Sepertinya begitu sayang."
"Apa tak ada model lain yang bisa cocok dengan koleksimu sayang?"
"Ada." Seonghwa menatap bingung Hongjoong.
"Siapa?" Hongjoong menatap Seonghwa.
"Song Mingi."
"Mingi? Tapi Mingi tak disini." Hongjoong terdiam. Ia seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Sayang?" Seonghwa mengenggam tangan Hongjoong.
"Aku tahu." Seonghwa tak mengerti.
"Tahu apa sayang?"
"Jika Mingi tak bisa kesini, maka kita yang akan menyusulnya ke Swiss."
"Kim Hongjoong, apa kau sudah gila?? Pekerjaanmu dan aku disini bagaimana?"
"Kau tenang saja sayang, aku akan mengirim seseorang untuk membantu pekerjaanmu." Seonghwa menggeleng.
"Apa kau yakin? Sebaiknya kita beritahu dulu mereka. Aku tak ingin kita datang seperti tamu tak diundang secara tiba-tiba. Pastikan Mingi menyetujui untuk menjadi modelmu, baru kita akan berangkat menyusulnya." Seonghwa memperingati Hongjoong yang sering kali terburu-buru.
"Tentu saja sayang. Aku tak mungkin pergi menyusul mereka begitu saja. Aku akan menghubungi mereka nanti. Apa kau lapar?" Seonghwa mengangguk.
"Aku sangat lapar."
"Baiklah, aku akan pesankan makanan untukmu. Kau tak perlu memasak, kau pasti lelah." Seonghwa hanya mengangguk kemudian ia mengecup pipi Hongjoong sebelum pergi membersihkan diri.
Disisi lain San telah menceritakan semuanya pada Wooyoung, Wooyoung pun mengerti. Dan ketika San menyebut bahwa model yang cocok untuk koleksi Hongjoong adalah Mingi, Wooyoung teringat sesuatu.
"Sannie.. Sepertinya memang hanya Mingi yang cocok dengan koleksi Hongjoong. Yang ku ingat, Hongjoong pernah bilang padaku bahwa Mingi adalah tipe model idealnya. Di luar sikapnya dulu yang buruk, tetapi Mingi benar-benar spesial. Mingi memiliki bakat alami. Begitu kata Hongjoong." Wooyoung memeluk San dan menyenderkan kepalanya pada dada bidang San.
"Mingi memang luar biasa, ku akui ia memiliki karisma seorang model profesional yang berbeda." San mengusap pipi Wooyoung.
"Seandainya Mingi tak di Swiss mungkin Hongjoong akan langsung mencarinya. Iya kan Sannie?" San mengangguk.
"Tentu saja sayangku. Kau tahu Hongjoong adalah orang paling perfeksionis yang pernah ada."
"Hongjoong dan Seonghwa adalah pasangan paling perfeksionis yang pernah ada." San tak dapat membendung rasa gemasnya kepada Wooyoung. Ia pun mengecupi wajah Wooyoung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Monocromatic
Fiksyen PeminatSeorang photographer monocromatic terkenal bernama Yunho sangat tidak menyukai memotret manusia, ia lebih suka memotret pemandangan. Namun di suatu kesempatan, dirinya harus bekerja dengan seseorang model bernama Mingi yang dikenal sebagai playboy...
