17

1.4K 129 31
                                        

Keputusan Yunho untuk mengundurkan diri membuat Hongjoong terkejut. Yunho menjelaskan alasannya untuk mengundurkan diri dan Hongjoong benar-benar tak mengerti jalan pikiran Mingi. Setelah memikirkannya, Hongjoong menyetujui pengunduran diri Yunho, dengan alasan keselamatan Yunho.

Yunho baru bekerja sekitar hampir 2 bulan, kontraknya hanya sampai 3 bulan, namun dengan kondisi seperti ini Yunho harus segera menarik diri dari project ini. Yunho pun menandatangani menandai surat penginduran dirinya lalu pergi dari kantor.

Hongjoong memanggil Mingi dan memintanya datang ke ruangannya, ia meminta penjelasan dari Mingi. Tak lama Mingi datang ke ruangan Hongjoong, Hongjoong menatapnya datar.

"Song Mingi. Apa yang sebenarnya ada di otakmu?" Mingi menaikkan satu alisnya.

"Apa maksudmu boss?"

"Apa yang kau lakukan pada Yunho? Jawab aku dengan jujur." Mingi terdiam sesaat.

"Aku masuk ke apartemennya, dan tidur disisinya, dan terakhir aku menciumnya." Hongjoong benar-benar marah.

"Kau tau apa yang kau lakukan itu melanggar privasi dan juga pelecehan??!! Kenapa kau tidak berubah Mingi?! Aku sudah memberimu kesempatan! Kau tau karena dirimu, project kita harus selesai lebih cepat! Dan aku harus merubah semua jadwal launching karna kau!!" Hongjoong berdiri.

"Jika kau ingin aku meminta maaf pada Yunho, aku akan melakukannya. Aku tahu, aku sadar aku keterlaluan." Hongjoong berdecak tak suka.

"Ck! Jika kau tahu itu keterlaluan, kenapa kau tetap melakukannya??! Karna kau! aku harus kehilangan photographer ku!" Hongjoong menunjuk wajah Mingi.

"Apa maksudmu?" Mingi menatap Hongjoong bingung.

"Yunho mengundurkan diri dari project ini. Dia telah menceritakan semuanya padaku. Aku kecewa padamu Mingi. Kau benar-benar menodai kepercayaan ku padamu. Mulai hari ini kau bukan lagi model ku. Dan keluarlah dari apartementku. Bawa semua barang-barangmu. Lalu ini..." Hongjoong melemparkan sebuah dokumen ke hadapan Mingi.

"Tanda tangani itu, lalu kemasi barang-barangmu. Keluar dari apartementku dan kau bebas sekarang. Aku tidak akan perduli padamu. Ini adalah uang kompensasimu. Tanda tangan dan keluar." Hongjoong menatap tajam Mingi.

Mingi mengambil dokumen itu lalu menandatanginya, ia mengambil uang kompensasinya dan berbungkuk 90° pada Hongjoong.

"Maafkan atas sikapku, terima kasih kau sudah membantuku dan menerimaku kembali, aku akan keluar dari apartementmu. Maaf aku mengecewakanmu. Aku permisi." Mingi meninggalkan ruangan Hongjoong.

Hongjoong memijat pelipisnya, ia pusing. Song Mingi memang ternyata bukan orang yang mudah, ia benar-benar penuh oleh dirinya sendiri. Hongjoong pun segera menelpon kekasihnya, Seonghwa untuk memberitahu semuanya dan meminta saran dari kekasihnya tersebut.

Disisi lain Mingi benar-benar keluar dari apartement itu, sebelum pergi ia ingin meminta maaf oleh Yunho. Mingi melangkah ke apartement Yunho dan mengetuk pintu apartement Yunho, namun tak ada jawaban. Mingi menekan bel pun tak ada jawaban.

"Penguni kamar 323 sudah pindah tadi pagi-pagi  sekali." Seorang wanita paruh baya memberitahu Mingi sebelum ia berlalu dan pergi.

Mingi mencoba memastikan dengan memasukkan pin apartement Yunho namun gagal, sebab Yunho telah mereset pin nya. Berarti benar Yunho tak ada lagi di dalam. Mingi menghela napasnya panjang dan menempelkan keningnya pada pintu apartement Yunho.

"Aku harus bagaimana sekarang? Apa kali ini aku akan benar-benar kehilanganmu Yunho?" Mingi meremat ganggang pintu apartement Yunho.

Mingi menyesali perbuatannya, sepertinya ia benar-benar harus membuka lembaran baru. Ia akan meninggalkan dunia modelling dan ia akan menenangkan diri dengan pindah ke luar negeri untuk sementara waktu.

Mingi berjalan gontai meninggalkan apartement Yunho, dan ia segera mengurus dokumen kepindahannya ke luar negeri. Ia akan bekerja apapun disana selama itu bukan pekerjaan yang haram.

Ia ingin berubah, ia ingin menunjukkan pada Yunho jika ia bisa berubah, maka dengan itu Mingi tak ada keraguan, ia memutuskan untuk pindah ke Swiss. Dan untuk beberapa hari ia akan tinggal di hotel sampai dokumennya selesai dan ia akan pindah.

Yunho kini tengah merapikan barang-barangnya, ia telah menemukan apartement yang jauh lebih nyaman di Gwangju. Ia memutuskan untuk pindah ke Gwangju, tempat kelahirannya. Dengan ia berada disini, tak akan ada lagi Song Mingi dan dirinya akan menemukan kedamaiannya kembali.

Yunho menatap keluar jendela apartemennya, disini berbeda dengan Seoul yang penuh sesak dengan gedung-gedung pencakar langit dengan desaign modern dan juga keramaian yang hampir 24 jam. Disini jauh dari kota dan sepi.

"Ku harap hidupku akan lebih baik disini, jauh dari Song Mingi. Pria itu benar-benar menggangguku. Ia bahkan menyentuhku." Yunho masing ingat dengan jelas bagaimana Mingi menyentuhnya. Seketika tubuhnya meremang dan Yunho menggelengkan kepalanya.

"Tidak Yunho. Kau harus melupakannya. Harus!!" Yunho segera membereskan barang-barangnya dan ia akan pergi membersihkan diri, lalu istirahat.

Mingi tengah merebahkan dirinya di ranjang. Sepi, itu yang Mingi rasakan. Rasa sepi yang tak berujung ini membuat Mingi seolah tak bisa tanpa kehadiran orang lain. Pikirannya kalut saat ini. Mingi memanggil seorang wanita yang ia kenal untuk menemaninya malam ini untuk terakhir kalinya.

30 menit kemudian wanita itu datang dan Mingi segera melumat bibir wanita itu dan menanggalkan pakaian wanita itu hingga ia tak berbusana, wanita itu adalah salah satu wanita yang cukup sering bermalam dengannya, nama wanita itu adalah Giselle. Giselle adalah istri dari pengusaha terkenal bernama Mark, namun Mark yang sibuk bekerja membuatnya kurang kasih sayang sehingga saat ia bertemu Mingi di club, mereka menghabiskan malam panas bersama.

Mingi dan Giselle tengah menikmati pergumulan mereka hingga Mingi menyebut nama Yunho ditengah-tengah sesi panas mereka. Giselle oun yang mendengar itu kehilangan moodnya. Mingi merusak suasana. Giselle mendorong tubuh Mingi dan memakai kembali pakaiannya.

"Jika kau memanggilku kesini hanya untuk membuatku mendengarkan kau menyebut nama orang lain saat kau tengah menyetubuhiku, ku rasa lebih baik kita sudahi saja ini semua. Kau merusak moodku dan jangan hubungi aku lagi." Giselle pun pergi meninggalkan Mingi yang masih tanpa busana di ranjangnya.

"Sial!!" Mingi memukul dinding disampingnya dan mengusak kasar wajahnya.

"Bahkan ketika ku dengan orang lain, yang ada dipikiranku hanya kau, Yunho. Hanya kau." Mingi terlihat frustasi.

"Aku menyukaimu Yunho, aku mencintaimu, tapi kenapa kau seolah jauh ku gapai." Mingi memukul-mukul kepala, tanpa sadar ia menangis. Ia teringat wajah Yunho, ia merindukan Yunho. Tapi Yunho telah meninggalkannya dan ia tak tahu dimana Yunho.

Mingi menangis cukup keras malam itu mengeluarkan isi hatinya yang selama ini ia pendam seorang diri, rasa frustasi dan kesepian yang menggerogotinya membuatnya bagai kehilangan jati diri dan ia hilang arah. Mingi lelah dengan rasa ini, ia ingin bebas dari rasa yang menyakitkan ini.



Tbc
Hai hapoy reading ya
Jangan lupa vote dan comment
(*´︶'*)♡Thanks!
-voyez

TbcHai hapoy reading yaJangan lupa vote dan comment (*´︶'*)♡Thanks!-voyez

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tobat makanya bang, terus kejar Yunho sampe dapet. 😒😒 bukan malah banyak ulah. Pergi kan Yunhonya. Ish!

MonocromaticTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang