Perjalanan berlangsung hening, kini Hongjoong, Seonghwa, Yunho dan juga Mingi tengah melakukan perjalanan menuju ke Seoul. Tak ada yang membuka suara satu pun, mereka hanya diam dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Seonghwa memikirkan banyak hal. Mulai dari bagaimana reaksi Wooyoung dan yang lain jika mengetahui Mingi telah kembali dan juga kabar tentang Yunho yang akan ikut dengan Mingi ke Swiss. Seonghwa mungkin bisa bersikap lebih tenang, tapi belum tentu dengan Wooyoung.
Hongjoong memikirkan bagaimana reaksi Jongho dan Yeosang ketika nanti bertemu Mingi? Orang yang selama ini menghilang tanpa kabar muncul kembali. Yeosang mungkin terkejut dan trigger tentang masa lalunya dengan Mingi akan kembali. Dan Jongho mungkin akan segera meninju Mingi. Hongjoong tahu betul bagaimana Jongho. Tapi ia harus mencegah hal-hal itu terjadi.
Yunho memikirkan bagaimana ia akan menjelaskan semuanya pada Wooyoung. Wooyoung mungkin terlihat lebih santai dibanding Seonghwa yang mudah khawatir, tapi Wooyoung adalah orang yang mudah terluka. Yunho benar-benar harus menjelaskannya dengan hati-hati agar tak menyakiti Wooyoung dan membuat Wooyoung merasa tertinggal.
Sedangkan Mingi sibuk dengan pikirannya sendiri tentang pandangan orang-orang yang akan ia temui nanti seperti Wooyoung yang pastinya bersama dengan San. Lalu Jongho serta Yeosang, mereka berdua lah yang akan menjadi bagian terberat bagi Mingi, sebab mereka berdualah orang yang pernah ia sakiti dan kecewakan. Tapi Mingi tetap harus bisa menghadapinya apapun konsekuensinya. Ia benar-benar ingin menuntaskan masalahnya agar ia bisa hidup dengan tenang.
Tanpa sadar mereka telah sampai di Seoul. Dan kini mereka telah tiba di sebuah Cafe dimana Seonghwa membuat janji dengan Wooyoung. Mereka berempat pun turun dari mobil dan segera memasuki Cafe tersebut. Cafe ini sungguh nyaman, tak begitu ramai dan nuansanya sangat menenangkan.
Ketika masuk, Wooyoung yang tengah duduk bersama San terlihat terkejut saat Mingi berjalan di belakang Yunho. Mereka berdua tak menyangka bahwa Mingi masih hidup dan kini ia terlihat sangat.... Berbeda?
"Y-yunho... Ini..." Wooyoung menunjuk Mingi yang kini duduk di depan San. Yunho melirik Mingi dan mengangguk.
"T-tapi.. Sejak kapan??" Wooyoung memiliki pertanyaan namun ia sukit mengatakannya.
"Mingi sudah hampir sepekan berada di Korea. Ia selama ini berada di Swiss." Jawab Yunho.
"Mingi, kenapa kau kembali? Dan apa yang akan kau lakukan pada Yunho kali ini? Dan kenapa kau menghilang begitu saja lalu kembali muncul di hadapan Yunho? Apa rencanamu sebenarnya?" Wooyoung membombardir Mingi dengan banyak pertanyaan yang keluar begitu saja dari mulutnya.
Mingi duduk dengan tenang. San menatapnya tajam seolah ia siap untuk menghajarnya jika Mingi berbuat ulah. Semua mata menatap Mingi, Mingi menghela napas pelan sebelum menjawab pertanyaan Wooyoung satu per satu.
"Pertama, biarkan aku menjelaskan dari awal. Kedua, tolong jangan potong penjelasanku dan mohon didengar baik-baik. Apakah bisa?" Wooyoung dan San mengangguk.
"Terima kasih, pertama tentang kepindahan aku ke Swiss. Setelah Hongjoong mengusirku, aku tak memiliki tujuan. Aku tak lagi memiliki pekerjaan juga tempat tinggal. Saat aku mencoba mencari Yunho di apartemennya untuk meminta maaf tapi ia tak lagi disana. Aku merasa kehilangan arah, aku tak tahu dimana Yunho. Dan malam itu aku memutuskan untuk pindah ke Swiss. Sesampainya aku di Swiss, aku langsung menemui Psikiater." Wooyoung dan San terkejut. Psikiater? Melihat reaksi Wooyoung dan San, Mingi kembali menjelaskan.
"Yunho pernah berkata padaku bahwa aku membutuhkan psikiater, oleh karena itu aku mengikuti saran Yunho. Selama di Swiss, aku rutin pergi ke Psikiater sambil bekerja di banyak tempat untuk memenuhi kebutuhan hidupku juga untuk biaya pengobatanku. Dan setelah aku dinyatakan sembuh dan bisa melanjutkan hidupku, aku memutuskan untuk kembali ke Korea untuk mencari Yunho. Salah satu temanku mengatakan bahwa ia pernah melihat Yunho di Gwangju, hanya saja ia tak tahu dimana alamat Yunho tinggal." Semuanya menyimak cerita Mingi tanpa ada yang memotong pembicaraannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Monocromatic
Fiksi PenggemarSeorang photographer monocromatic terkenal bernama Yunho sangat tidak menyukai memotret manusia, ia lebih suka memotret pemandangan. Namun di suatu kesempatan, dirinya harus bekerja dengan seseorang model bernama Mingi yang dikenal sebagai playboy...
