38. Mixed up ♪

1.1K 131 96
                                        


Akuu kembali~

Ramein loh komentarnya, lagi pada libur pastinya kan hehee

Happy reading Ners 🎀

-☀️🌻-

"Bang?" tak ada jawaban, sehingga Riki menyingkap handuk yang sebelumnya menutupi wajahnya, ia ini baru selesai mandi, "Lah tidur HP nya idup," terkekeh sendiri lelaki itu melihat Hesa tidur dengan mulut menganga di kasur dengan ponsel masih digen...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bang?" tak ada jawaban, sehingga Riki menyingkap handuk yang sebelumnya menutupi wajahnya, ia ini baru selesai mandi, "Lah tidur HP nya idup," terkekeh sendiri lelaki itu melihat Hesa tidur dengan mulut menganga di kasur dengan ponsel masih digenggam dan menayangkan sebuah video.

Niat Riki hanya mematikan ponsel Hesa, tetapi netranya tertarik pada video yang terputar di ponsel Hesa itu.

Di layar tersebut ada Hesa, tepatnya Hesa kecil tengah berulang-tahun dengan banyak anak-anak bersamanya, juga seorang nenek tua di sisinya. Hesa nampak tertawa lepas, memeluk sang Nenek, wanita berumur itu juga menciumi pipi Hesa, dapat dipastikan Hesa kala itu bahagia selama bersama Neneknya.

Usai video itu diputar, Riki mematikan ponsel Hesa. Saat melihat jam sudah pukul 11 malam di tanggal 14 Oktober.

Ya ampun, Riki lupa besok ternyata hari Ulang Tahun Hesa. Hesa mungkin tak ingin merayakan, tapi apa salahnya jika Riki membuatkan sesuatu untuknya kan?

Buru-buru ia ke dapur bermodal resep yang ada di buku Seno, ia berniat membuat kue brownies.

Satu persatu langkah-langkah ia lakukan, bahkan kini sudah mulai mengukus kue tersebut, tapi tidak lah semulus itu.

"Akhh," Riki meringis berjongkok di bawah, bagian samping tangannya terkena panci pengukus panas.

Usai merasa kurang sakitnya, Riki kembali melanjutkan kegiatannya.

Dan hasilnya adalah brownies ukuran sepiring kecil dengan krim cokelat di atasnya. Riki tersenyum lega memandang kue itu, untung saja tidak ada kekacauan berlebihan dalam ia membuat kue itu sendirian.

Sudut matanya melirik jam, sudah pukul satu dini hari.

Segara Riki menaruh kue itu dalam kulkas kemudian mengistirahatkan tubuhnya bersama Hesa di ranjang sana.

-☀️🌻-

"Ki bangun, sekolah!" Hesa yang memang sudah selalu bangun duluan membangunkan Riki.

"Hm?" Riki menggeliat, ia masih sangat mengantuk, tapi ia ingat satu hal. Kue Hesa, sehingga ngantuk nya pun hilang seketika dan duduk tegak di kasur itu.

"Mandi gih," titah Hesa.

"Ah itu, Abang mandi dulu! Iki mau cek buku dulu," ucap Riki nampak paniknya segera ke meja belajarnya.

"Yaudah," ucap Hesa beranjak dari sana dan langsung ke kamar mandi.

Hesa benar-benar memasuki kamar mandi, kini Riki segera mengambil kue, tak pakai lilin tapi tidak papa lah, lagi pula ada lilin pun tidak tiup lilin.

Sun and SunflowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang