35 . Just a little bit ♪

1.1K 121 56
                                        

Fotonya bagusan ini yaa, mewakili bgtt dmna Jay jadi Abang tertua😍🖤

Happy reading Ners 🎀

Happy reading Ners 🎀

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Satu bulan kemudian.

Kamar asrama juga, hanya saja suasananya berbeda dengan tiga buah ranjang ukuran kecil mengisi ruangan itu. Jika melirik ke kiri balkon tersedia di sana yang jika penghuninya melangkah melihat ke luar, maka otomatis mendapatkan pemandangan hingar binar dari gedung-gedung pencakar langit kota itu.

Berbeda dengan room di SMA. Di sini mereka harusnya bertiga, tapi untuk sekarang hanya mereka berdua, ya itu adalah Jaka dan Juna, dua mahasiswa baru sebulanan ini di kampus ternama yang lagi-lagi bagian Asramanya merupakan hak milik James.

Biasalah, Pak James kan pengusaha properti terbesar di kota itu.

Keduanya satu room tetapi memang beda jurusan, Juna mengambil jurusan pendidikan sedangkan Jaka mengambil Arsitektur. Sejalan dengan apa yang mereka cita-citakan.

"Eh belom masak ya? gue mau masak akh," Juna yang semula tiduran itu beranjak bangun, terbiasa memasak sebelumnya, sudah sebulan sejak tiba di asrama ini Juna memang kerap memasak. Lagi pula ia suka memasak.

"Eh malam ini ngga usah masak Jun, Bang Saka kesini bawain makan, tadi ngabarin udah di jalan," Jaka yang selalu setia duduk dimeja belajarnya pun menyambung ucapan Juna.

Juna mengangguk kala itu juga, "Ya udah, gue mandi duluan dah ya?" ucapnya kemudian memilih pergi ke kamar mandi.

Jaka pun kembali fokus pada kegiatannya hingga sekitar lima menit kemudian, suara ketukan membuat Jaka sedikit mendongak ke arah pitu

Tok Tok Tok!

"Dengan suadara Jaka di sini?" terdengar suara itu, suaranya di berat-beratkan, Jaka tau itu siapa.

"Abang kalau ngga mau masuk ngga usah masuk dehh," balas Jaka kadang jengah dengan sifat aneh Abangnya.

Saka membuka pintu sendiri sambil tertawa tak karuan.

Jaka sontak memperhatikan kedatangan Abangnya dan matanya langsung berbinar menatap benda yang dibawa Saka, sebuah kotak kardus yang isinya sangat Jaka gemari, "Horeee Abang bawa pizza!!" serunya girang menghampiri Saka.

"Eits!" Saka mengangkat tinggi-tinggi kresek berisi Pizza tersebut, "Makan dulu kita, baru Pizza," ucap sang Abang berjalan menuju meja makan di dapur.

"Hisss Abang mahhh," lagi-lagi yang satu itu memasang wajah lucunya sambil menghentakkan kaki ke lantai beberapa kali, hal itu membuat Saka tergelak merasa gemas.

"Ya udah sini sini, makan satu potong deh," Saka kalah, ia membuka box pizza tersebut untuk memberikan nya pada Jaka yang kini langsung sumringah duduk di sisi Saka.

Sun and SunflowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang