[Brothership, Friendship, and humor but this Angst story]
Kalian tau keterkaitan antara bunga matahari dan matahari?
Ya, benar. Bunga matahari itu, selalu mengikuti kemana arah mataharinya.
Sayangnya, untuk mereka yang diumpamakan sebagai bunga mat...
Haiii aku update nih! NI-KI UPDATE TADI SOALNYA, JADI LEBIH SEMANGAT NGETIK WALAU BESOK UJIAN MTK😭🙏🏻🤟🏻 Yap, ujian MTK tpi aku belom belajar 😭✌🏻
Kangen kan? Wkwk RAMEIN YEAAAA
Tapi maaf yaa cerita ini sebentar lagi tamat, nggak sampe 50 part guys. Toh konfliknya udah pada beres, hehe Pindah lapak lagi kitaa setelah ini tamat yaa~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jay sadar ternyata kata hatinya malah keluar dari mulutnya, ia celingak-celinguk. "Ayok ke rumah hantu," ucapnya mengalihkan pembicaraan dan menarik Anna. "Udah tuaan gue dari hantu-hantu di sini. Mungkin gak bakalan setakut dulu," percayalah Jay hanya asal sebut hal yang terlintas di kepala saja.
Anna yang sebenarnya masih nge-bug ikut saja. Jay paling hanya asbun tadi. Mereka pun masuk ke rumah hantu. Tempat itu gelap, pengap, dengan lorong sempit berbentuk labirin. Hanya cahaya dari lampu-lampu kecil di tepi dinding yang jadi penerangan. Ntah sejak kapan, Jay sudah menggenggam tangan Anna dengan erat, nampak sekali penakutnya.
"Kalo ga berani balik lagi aja, yok? Tangan lu gemeteran gitu anjir," ucap Anna, sangat sadar pada keganjilan yang ada.
Jay menggelengkan kepala dengan cepat di kegelapan itu, padahal kepalanya saja tidak kelihatan saat ini. "Gue gak takut!" ucapnya sok berani, tapi tidak juga bertahan lama.
Brakh!
Suara benda jatuh mengagetkan keduanya terutama Jay, tawa keramat mbak Kunti terdengar menggema, kemudian seorang wanita berbaju putih muncul dari atas dengan sebuah ayunan, tepat di depan mereka. Lampu juga tiba-tiba menyala di atas kepala mbak kunti jadi-jadian itu, menambah kesan menakutkan. Anna kaget dan refleks mundur.
Sedangkan Jay langsung membulatkan mata dan berteriak kencang. "AAARGHH MAMAA!" Jay langsung berlari kencang. Tak peduli apapun hingga ia sampai di bagian belakang rumah hantu. Alias sudah keluar duluan.
Nafasnya memburu lantas terduduk di bawah, dua detik berikutnya Jay baru tersadar. "Eh? Anna?" Jay menoleh ke sana kemari, berdiri dari duduknya.
Lalu ia tepuk jidatnya sendiri, bodoh Jay, Anna ditinggalkan di dalam. Buru-buru ia masuk lagi walaupun ketakutan itu masih setia bersamanya.
"Mas!" panggil seorang wanita berbaju putih di belakangnya membuat Jay kembali waspada.
"Ini gua!" Anna memekik, ia berjalan di belakang wanita itu, tentu Jay garuk kepala dan memberanikan dirinya untuk mendekat.
"Pacarnya jangan ditinggalin. Kasihan, tadi malah masuk ke ruang make-up," ucap si wanita kemudian langsung pergi dari sana.
Jay menggaruk kepalanya, gara-gara meninggalkan Anna, wanita itu sampai diantar kuntilanak barusan.