51. Flashover ♪

1.1K 111 65
                                        

Happy reading Ners 🎀
Ini mendadak update keknya ya, gpp, bacaa aja ayukkk

Jangan lupa tinggalin komen kalian🥺🫰🏻
maaf ya jarang update, bingung ambil keputusan ending😭💔

-☀️🌻-

Dari satu arah, Sella datang menatap sendu ke arah Kakak lelakinya yang itu, ia baru saja membeli sarapan untuk Ibu mereka yang ada di dalam ruangan ICU

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dari satu arah, Sella datang menatap sendu ke arah Kakak lelakinya yang itu, ia baru saja membeli sarapan untuk Ibu mereka yang ada di dalam ruangan ICU. Memang hanya satu orang yang boleh menunggu di sana, sehingga Sekar lah yang menunggu Jaka. Sedangkan Saka, tidak dibiarkan menunggu di dalam, Saka tidak bisa tenang saat melihat keadaan lemah adiknya.

"Kak?" Sella menepuk pelan pundak Kakaknya, sehingga lelaki itu menoleh. Mata kakaknya terlihat sangat sayup, guratan lelah terlihat begitu jelas, masih ada lebam yang membiru di sisi wajah tampan itu. Rasanya Sella ingin menangis sebab tak tega hanya dengan melihatnya. "Ganti baju lah kak, kalau ngga mau makan..." Ini mungkin kesekian kali ia menawarkan hal sama. Dari malam, hingga kini sudah subuh, Saka jelas tak mau makan, bersih-bersih pun tidak mau.

"Ngga, Dek," Saka menggeleng cepat-cepat. "Kakak mau nunggu Jaka membaik di dalam, mau liat dia," balas lelaki itu, suaranya terdengar sangat pelan dan serak, sejak semalam ia menangis sejadi-jadinya saat Jaka kritis. Oleh karenanya Sekar pun mengambil keputusan untuk tidak dulu membiarkan Saka menemui Jaka, sebab Saka terus ingin mendekap adiknya yang jelas tidak baik-baik saja. Saka mengerti akan hal itu, ia memang berlebihan sebab takut lagi kehilangan, ia menuruti sang Ibu dan dijanjikan bisa menemui Jaka saat Jaka jauh lebih sehat keadaanya dari yang sekarang.

"Kak, Kak Jaka pasti sembuh!" kata Sella berusaha lagi dan lagi dalam hal menyadarkan Kakaknya. ''Jangan khawatir segininya, inget dia paling nggak suka kalau tau dirinya bikin orang khawatir." Sella memikirkan kata-kata terbaik, sepertinya Saka tertarik, lelaki itu menatap Sella lekat-lekat.

"Gimana kalau nanti Kak Jaka udah bener-bener baikan, boleh dijenguk Kakak dan aku, dijenguk ramean. Tapi Kakak kaya gini keadaannya? Buluk gini liat deh, Kakak nggak mandi, kotor, gantengnya ilang pokoknya!" ucap Sella lancar, dapat ia lihat Saka mulai tergerak, Kakaknya terlihat menilik tubuhnya sendiri.

"Jadi mandi ya? Nanti sekalian aku kompres lebam di muka kakak, biar Kak Jaka gak nanyain, kakak abis ngapain sampe bonyok," dengan nada membujuk khas Sella, dan kata-kata yang sekiranya menarik bagi Jaka, Sella hanya berharap kakaknya mau menuruti.

Saka terdiam beberapa saat, berpikir seolah itu sangat berat. Setelah dipikir-pikir, itu masuk akal, Jaka juga tak akan suka jika sampai tahu dirinya baku hantam dengan Seno semalam. Mana dengar-dengar, Seno juga belum sadar hingga sekarang, bagaimana jika Jaka bertanya-tanya nantinya?

"Nanti juga kita pasti dipanggil dokter soal keputusan tentang keadaan Kak Jaka, masa Kakak kaya gini? Maaf aja kak, kaya gembel..." Sella kembali berusaha menyadarkan Saka, suaranya memelan di akhir, takut juga kakaknya mengamuk dikatai gembel.

Sun and SunflowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang