[Brothership, Friendship, and humor but this Angst story]
Kalian tau keterkaitan antara bunga matahari dan matahari?
Ya, benar. Bunga matahari itu, selalu mengikuti kemana arah mataharinya.
Sayangnya, untuk mereka yang diumpamakan sebagai bunga mat...
Ingat untuk vote meski baca offline, kalau baca online tolong komen di paragraf ceritanya supaya rame kaya cerita orang-orang hehe🐣
Happy reading Ners🎀
'☀️|Sun and Sunflower|🌻'
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Rik!" seruan dari empat lelaki yang nampak ngos-ngosan, pasti mereka habis berlarian mencari Riki setelah kehebohan akibat tersebarnya foto Leka sebelumnya.
"Syukur lu ngga bundir Rik, dari tadi kita nyariin lu," Hesa berucap dengan nafasnya yang berantakan bin bengek.
"Ki? Oke ngga lo Ki?" Juna bersuara.
Riki yang duduk di pagar beton belakang sekolah itu hanya menoleh tanpa berucap atau berekspresi apa-apa, tolong lah mengerti. Hati Riki sedang tidak baik-baik saja. Apalagi melihat Leka yang sama sekali tidak meminta maaf atas kesalahannya, tidak juga mengakui sebelum Riki menunjukkan semua buktinya.
Tau Riki tak baik saja, 4 lelaki itu mendekati dan ikut duduk di sisi Riki. Di kanan ada Jaka dan Hesa, lalu di kiri ada Juna dan Saka.
Tangan Jaka terangkat mengusap pundak Riki, "Sedih itu manusiawi, kamu udah sering banget mendam semuanya sendiri. Kami ada buat kamu Rik, Abang juga tau sebenernya kamu aslinya pengen disayang sama Abang-abang kamu ini kan? Bisa itu, Bisa... Jangan gengsi kalau memang lagi sedih atau pengen disayang."
Langsung berkaca-kaca mata Riki, dirinya ini memang jelas cengeng selepas dari betapa kuat ia bertahan selama ini. Riki menyandarkan kepalanya ke pundak Juna meski pundak itu jauh lebih rendah dari yang ia kira.
Juna jelas membiarkan, tangannya pun bergerak mengusap kepala bayi besar itu.
"Tu cewek monyed kerdil ngga usah lo pikirin lagi, Rik. Banyak cewek yang mau sama lo, kalo lo ngga mau ya kasih Hesa aja," celetuk Saka, manusia tak pandai merangkai kata ya begini.
Tangan Hesa menyeberang menepuk belakang kepala Saka, "Sempet-sempetnya bercanda! Gue babuk juga lu!"
*Babuk-- sama kaya 'pukul' tp dalam bahasa sunda.
Saka mengusap belakang kepalanya yang sakit itu. "Iya-iya AiM JUsetKiDing!" ucapan bahasa Inggris blepotan dari Saka.
"I'm just kiding," Jaka mengoreksi.
"Muka doang kaya orang luar, ngomong bahasa Inggris aja ngga beres," celetuk Hesa sang penghujat handal.
"Lah muka-muka gue, iri lo ngga seganteng gue ha?" tuduh Saka.
"Idih, gantengan juga gue kali. Lo mah ganteng kalo ga diliat!" balas Hesa tak mau kalah.