44. Drunk-Dazed ♪

1.6K 125 45
                                        

Jangan lupa tinggalkan komentar di paragraf cerita, biar rame kaya cerita orang-orang, hehe😋💗


Happy reading Ners 🎀

Happy reading Ners 🎀

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-☀️🌻-

Katanya, hari sial itu tidak ada di kalender. Ya, benar begitu, dua jam lalu, Jaka hanya sedang berkendara. Lelaki itu baru bisa membawa motor belakangan dan nahasnya hal buruk terjadi. Pengendara motor lain menabraknya dari belakang, membuat Jaka celaka.

"Abang! Gimana Bang Jaka? Dia, dia ngga kenapa-kenapa kan?" Riki kini mendatangi Saka yang baru saja keluar dari ruangan dokter, ia benar-benar menghawatirkan Jaka, sebab kecelakaan Jaka terekam jelas di kepalanya. Ya, Riki ada saat kecelakaan terjadi. Ia yang menghambur memeluk Jaka yang tergeletak di jalanan kota sebelum ini.

"Ngga, dia ngga kenapa-napa, cuma kebentur aja katanya," ungkap Saka, senyum simpul juga ia sematkan.

"Alhamdulillah," ucap serentak Riki, Seno, Jay, Juna juga Hesa, memang mereka semua berada di sini, sejak Jaka dibawa kemari oleh Riki. Kini, Jaka masih di ruang rawat ditemani Sekar dan Sella yang mau tak mau jadi harus saling bertemu baik dengan Juna maupun Hesa, meskipun tanpa ada saling sapa. Jian? Bayi itu tidur tadi, tak tega membangunkannya, akhirnya Jay menyuruh Anna menjaganya dulu, lagi pula rumah Anna ke asrama mereka dekat.

"Gimana keadaan Jaka?" tiba-tiba suara seorang wanita mengalihkan perhatian mereka semua.

"Na?" Jay buru-buru mengambil Jian digendongan Anna, kasihan Anna. Menuntun Ayen yang baru bisa berjalan, menggendong Jian juga.

"Ngga parah katanya, Kak. Tapi masih harus dirawat," ungkap Saka.

"Hah, syukurlah," Anna menghela nafas lega. Kemudian ia melirik Seno. "Maaf juga, Sen. Adek lu gue bawa. Soalnya nih, bocil gue ngrengek nyariin Jay, dijanjiin beliin eskrim kan tadi?" todong Anna kini beralih pada Jay. Pusing ia dibuatnya. Ayen terus merengek meminta bertemu Jay, Anna yakin karena Jay tadi siang janji akan membelikan eskrim.

Seno yang kini sudah memangku Jian di kursi tunggu tersenyum, "Nggak papa, santai aja, Kak."

Sedangkan Jay menyengir, ia berjongkok di depan Ayen yang sedang cemberut, "Nda bole mamam es malam-malam," ucapnya berharap bocah itu mengerti.

Tapi ternyata salah..., bayi laki-laki itu menurunkan bibir bawahnya, lalu, "Huwaaaa!" Ayen menangis, gelagapan lah mereka di sana, Jay saja langsung menggendong bayi yang belum genap satu tahun itu, dan ia bawa lari keluar. Takutnya mengganggu pasien rumah sakit.

"Saka! Jaka sadar. Tolong panggilin dokter," suara Sekar dari dalam lagi-lagi membuat hati mereka semakin lega.

-☀️🌻-

Sun and SunflowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang