[Brothership, Friendship, and humor but this Angst story]
Kalian tau keterkaitan antara bunga matahari dan matahari?
Ya, benar. Bunga matahari itu, selalu mengikuti kemana arah mataharinya.
Sayangnya, untuk mereka yang diumpamakan sebagai bunga mat...
Guys, di sini aku mauu bilangg makasiii bnyk buat kalian yg kasii saran ke aku di part sebelumnya, terhura aku tu, sebutir manusia macam aku ada juga yang peduliin.
*Hiksss srooott
Jadi, nih aku kasih bonus yang lucu" di part ini tapi bahas Juna Jaka sikit" yaw🧡🧡
Happy reading Ners🎀
'☀️|Sun and Sunflower|🌻'
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesuai jadwal. Pagi hari ini Riki pergi ke rumah sakit usai sarapan, ia bersama Seno Jay dan James, sisanya ditinggal dulu di hotel melakukan kegiatan masing-masing. Fasilitas hotelnya kan lengkap dari mulai spa, taman, sauna, tempat kebugaran, kolam renang, dan lain-lain, tentu sayang jika dilewatkan.
Khususnya mereka ini, yang memilih area Kolam renang outdoor untuk memulai hari. Kolam ini berada di tengah-tengah hotel yang dibangun dengan desain di mana ada beberapa bangunan lain yang mengitari kolam renang ini. Langit luas nan tengah mendung di atas sana jadi terlihat jelas sebab di sini tidak beratap. Jika melirik ke kanan sana juga sebuah taman di sebelah sana yang dibatasi dengan bangunan beton semacam pagar yang di desain sedemikian rupa.
Hesa, Juna, Jaka dan Saka yang jadinya ikut-ikut saja, walau... Tidak menyangka, bisa-bisanya seorang penjaga kantin sepertinya bergabung bersama bocah-bocah kematian itu, ya meskipun umur mereka hanya terpaut dua dan tiga tahun rasanya senjang saja. Apalagi soal manusia-manusia itu luar biasa hebohnya, apa tidak habis energi seorang introvert seperti Saka!
"Bisa berenang lu, Sak?" tanya Hesa pada Saka yang hanya duduk di pinggiran kolam berayun kaki.
"Bisa, tapi males ah dingin," memang dingin jelas masih pagi bahkan langit mendung.
"Jak dorong Jak!" Hesa berseru dari dalam kolam itu.
Jaka yang semula tengah planga plongo saja melihat kemewahan fasilitas hotel ini, ia mengangguk, menubruk Saka dari belakang dan memeluknya agar Saka tak kabur.
"Weh! Ogah ya gue gak mau nyebur!" Saka meronta-ronta, tetapi sulit juga ternyata! "PLIS JANGAN CEBURIN GUE!!" teriak Saka lantang, bahkan beberapa pengunjung lain langsung menatap mereka tak suka. Untungnya, pengunjung tidak ramai, ya mau ramai bagaimana? Hari ini mendung juga masih pagi, sedangkan para bokem ini sudah mandi-mandi.
Hesa malah tertawa-tawa, dengan cekatan ia naik dari kolam lalu ikut menarik Saka, "Masuk Sak! Lu sesekali seneng-seneng, gak bosen gitu idup pake muka kusut mulu!"
Ternyata ucapan Hesa selalu tepat di ulu hatinya, "Tapi gak usah diceburin, weh gak usa-- AHAHA!" tawa Saka lepas sebab Jaka menggelitik pinggangnya, dan...
Byur!
Pada akhirnya, Saka berhasil diceburkan dalam kolam sedalam dua meter itu.