20. Highway 1009 ♪

1.7K 170 31
                                        

Karena banyakan yg pilih cover 2 kemaren, jadii aku pilih cover 2 dehh yagesyaa.
Makasii yg udah ikutan pilih kemaren~

Ingatlah bahwa vote serta komen kalian selalu berarti untuk Author, jangan jadi pembaca gelap kalau kalian manusiaa🥰

Happy Reading Ners 😙

☀️🌻

Riki membuka mata perlahan dengan keadaan masih mengantuk, nertranya hanya mendapati gelapnya ruangan, pasti hari sudah gelap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Riki membuka mata perlahan dengan keadaan masih mengantuk, nertranya hanya mendapati gelapnya ruangan, pasti hari sudah gelap. Riki mengucek matanya beberapa kali, walau ia tak melihatnya, Riki tau pasti matanya bengkak menangis beberapa waktu lalu sebelum benar-benar tertidur.

Tiba-tiba saja ia sadar, kenapa bau minyak aroma terapi? Riki yakin ini bau minyak itu, tapi kenapa seakan baru dioles di hidungnya?

Sudahlah lupakan, ia membuka selimut yang menutupi dirinya, niatnya adalah menghidupkan lampu yang saklar nya berada dekat ranjang.

Kamar ini terlalu gelap saat kesunyian menyapa begini, Riki sudah tak tahu harus berpikir apa mengenai Abang-abangnya yang tiba-tiba saja menghilang.

Tek

Bunyi saklar terdengar nyaring.







































Lampu hidup.

"Happy brithday Riki!" teriakan heboh 6 lelaki di sana.

"Happy sweet seventeen yaa dek," Seno yang berada lebih dekat dengan Riki langsung mengusap pelan kepala adiknya.

Riki pun menutup mulutnya yang menganga, ia bahkan kembali terduduk di tepi ranjang karena syok, sekelilingnya sudah ada enam lelaki yang amat ia kenali tengah memasang ekspresi jahil masing-masing yang nampak sekali bahwa mereka menahan tawa.

Kemudian mereka membuka suara untuk kompak bernyanyi.

"Happy birthday Iki...
Happy birthday Iki...
Happy birthday, Happy birthday...
Happy birthday bayi bebek!!"

Riki sedari tadi hanya menahan perasaanya yang campur aduk, kini tak tahan untuk terus bungkam,"IHHH KALIAN!!" Riki langsung memekik kala itu juga sambil cemberut, tapi matanya jelas berbinar menatap sebuah kue ulang tahun dengan cream orange lengkap dengan dua cokelat berbentuk bebek di atasnya dan di tengahnya ada lilin angka 1 dan 7.

"Aduuu bayi kita nangis berapa lama? Matanya bengkak gini," Seno lebih dulu duduk di samping adiknya yang masih syok dan merangkulnya.

"Tenang nih gue bawa es pack," Saka mengeluarkan benda dingin untuk mengompres tersebut membuat mereka jadi tertawa-tawa.

"Ishhh seriusan sebel banget, sebel pake banget! Kalian kampret semuanya!!" Riki masih tak terima, ia bahkan berkali-kali menghentak-hentakan kakinya.

Jay yang sudah puas menertawakan maju selangkah usai menghidupkan lilin di kue Riki, "Sebelnya tunda ya? Wish dulu terus kipasin lilinnya, inget jangan tiup!" Jay berucap, ia kini memegangi kue tersebut di hadapan Riki yang kini berdiri dengan Seno di sampingnya.

Sun and SunflowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang