32. Chaconne ♪

1.1K 126 72
                                        

Nih lanjut, biar ga digantung lagi, wkwk👹🗿👊🏻.
Siapin batu buat nimpuk org yg tepat ya, tapi jangan timpuk bubun😭👍🏻

Follow bubunjugaa lah, nampaknya belum pada follow nih🥹

Happy reading Ners 🎀

-☀️🌻-

"Maksud lo El??" Seno lekas mendekat dengan perasaan luar biasa dag-dig-dugnya, tiba-tiba sekali kejadian ini, mana masih pagi begini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Maksud lo El??" Seno lekas mendekat dengan perasaan luar biasa dag-dig-dugnya, tiba-tiba sekali kejadian ini, mana masih pagi begini.

"Kamu harus nikahin aku. Aku udah hamil, Seno!" Elia berucap tegas, tetapi kemudian perempuan itu pun tiba-tiba langsung menangis sambil menatap perutnya yang membuncit itu.

Yang lain jangan ditanya, mereka masih bingung harus merespon apa, tapi pikiran mereka jelas sama. Jika benar perempuan itu hamil karena Seno, Seno tentu harus bertanggung jawab.

"Benar kata Elia," suara seorang pria mendekat dan berucap demikian.

"Ayah sudah bicara pada pihak sekolah dan sepakat membiarkan kamu keluar asrama terlebih dahulu serta tidak perlu ikut acara kelulusan," itu Tae, ia datang masih dengan pakaian formalnya dan dagu terangkat tinggi, tumpah ruah sekali kesombongannya itu.

"Tapi? Tapi gue?" akh Seno bingung, pikirannya melayang kebelakang ke masa-masa mereka berpacaran tiga tahunan lamanya. Jika diingat, Selama berpacaran Seno memang kerap tidur bersama dengan Elia, mau dalam keadaan baik saja atau keadaan mabuk-mabukkan, 'kan Seno memang remaja nakal berlebih-lebihan sebelumnya. Ini semua terjadi juga jelas karena Elia itu hanya sebatang kara selama ini, karena itu tengah malam sekalipun Seno kerap pulang ke ke rumah sederhana milik Elia demi menghindari rumah yang selalu saja ada perempuan jalang yang dibawa Ayahnya. Itu semua Sebelum mereka merenggang, hanya sesekali bertemu semenjak Seno pindah kemari lantas hubungannya putus beberapa waktu lalu.

Tae langsung menatap nyalang putranya itu, "Gak lakuin apa? Kenakalan mu itu banyak rupanya Seno! Gak mustahil melakukan hal ini juga!" Tae jauh lebih tegas dengan suara beratnya.

"Tanggung jawab Seno," Elia kini ke sisi Seno, meraih tangan Seno dan mengguncangnya, "Sen, aku ngga mau membesarkan bayi ini sendirian, atau?? aku gugurkan saja!?" Elia sasah, perempuan mana pun jika di posisinya pasti sama, kalap untuk mendapat pertanggungjawaban, Elia tak ingin ia menderita sendirian karena yang melakukan juga dua orang.

Mata Seno membulat seketika akibat ucapan Elia, "Anak lo itu jangan asal lo gugurin aja!" semprotnya tak mungkin membiarkan seorang anak digugurkan begitu saja padahal tak bersalah apa-apa dan berhak lahir ke dunia. Apalagi anak yang dikandung Elia, gadis polos yang selama ini selalu setia bersamanya, walaupun memang kandas juga.

"Makanya nikahin aku Sen..." Elia kembali memohon dengan suara memelan, air matanya terus berderai begitu derasnya. Elia tak mau, benar-benar tak mau membesarkan seorang bayi sendirian, apalagi dirinya itu sudah tidak lagi mempunyai orangtua ataupun sanak saudara. Mana mungkin Elia mampu bertahan bersama bayi dikandungannya.

Sun and SunflowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang