39. 10 monts ♪

1.1K 126 79
                                        



Happy reading Ners 🎀

Happy reading Ners 🎀

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-☀️🌻-

Mendengar penuturan Seno secara rinci mengenai kejadian sebenarnya, mereka ternganga, salah mengira bahwa Seno yang telah melakukan hal bejat itu.

"Sorry, Sen. Gua waktu itu ngga bela lo, gue kira lo beneran ngelakuin hal itu sampe cewek itu hamil," sesal Hesa sungguh-sungguh, ia dulu menghakimi Seno dalam hati, sebab itu tak ikut campur sedikit pun kala Seno diseret-seret sekalipun.

Seno malah tersenyum, tangannya menepuk bahu Hesa, "Santai, gue juga ngerti kalian ngga tau apa-apa," balas Seno benar-benar tak marah sedikitpun, ia sungguh baik-baik saja terlepas dari yang sudah terjadi. Ya meskipun hatinya tetaplah tidak sebaik itu keadaanya, tapi Seno tipe yang tak ingin berlarut-larut dalam satu kesedihan. Baginya itu malah akan lebih menyakiti hatinya sendiri.

"Terus Abang bisa di sini? Gimana caranya?" tanya Riki lagi.

Sebenarnya Seno ragu membicarakan ini, Riki pasti akan mengkhawatirkan Ayah mereka, tapi tak mungkin juga ia berbohong, "Ayah waktu itu jatuh, Rik. Pas darah tinggi gitu, Dokter bilang dia ternyata kena stroke."

Riki tercenung sejenak, kaget mendengarnya. Tapi Riki juga belum menanyakan perihal Ibu Jian, "Terus Ibunya Jian mana?" tanya Riki lagi. Seno membawa bayi lantas di mana Ibunya? Perasaan Riki jadi campur aduk sekarang.

"Elia," Seno menghembuskan nafasnya secara kasar, berat mengungkapkan hal ini. "Sebenarnya, di hari yang harusnya kita tunangan 'kan lumayan rame rekan-rekan bisnisnya Ayah. Dia kabur, mungkin karena tau pernikahan antara Abang sama dia tu harusnya nggak terjadi," Seno melihat ke arah bayi laki-laki di sisinya yang menatapnya, seolah ikut mendengarkan cerita Seno sedari tadi.

Kemudian Seno kembali melihat ke arah Riki dan Hesa yang serius mendengarkannya. "Abang juga ngga tau dia kabur kemana, hebatnya dia sembunyi waktu itu sampe ngga ditemuin Ayah. Tiga bulan kemudian Ayah mulai sakit, jadi Abang lebih bebas karena ngga ada yang terlalu memastikan Abang Kabur atau ngga, Elia juga ngga ditemukan. Abang niatannya mau ke Indo lagi karena dah dapetin paspor dan HP Abang yang disembunyikan Ayah. Tapi lihat keadaan Ayah dulu di RS kota Seoul, gimana pun dia Ayah kita kan?" ada jeda di sana, Seno semakin merasa berat menceritakannya. Dua lelaki yang menyimak cerita Seno pun benar-benar terdiam untuk mendengarkan semuanya.

"Pas banget waktu itu, ada perempuan yang dibawa seorang Ibu-ibu.  Perempuan itu ternyata Elia, dia melahirkan waktu di usia kandungan 7 bulan, jadi dia ngga selamat, tetapi syukurnya Jian bisa selamat," ungkapnya kemudian. Seno merasa sedikit bersalah sebenarnya, ia sanggup untuk bertanggungjawab tapi Elia yang pada akhirnya malah berkorban, wanita itu tak menjadi istrinya seperti yang diatur Ayahnya, tetapi malah pergi selamanya dengan meninggalkan seorang adik untuknya.

Sun and SunflowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang