FREEN POVAku tidak masalah dia meninggalkan luka atau rasa sakit pada tubuhku dengan alasan menghukum karena pengabaianku padanya. Tapi bolehkah aku menghukumnya juga karena menyelingkuhiku aku selama bertahun-tahun?
Eh..
Salah. Sorry. Bukan aku yang yang diselingkuhi.
Tapi akulah selingkuhannya. Aku yang masuk di tengah jalan. Masuk ke dalam sebuah taxi yang di dalamnya sudah ada penumpang yang masuk lebih dulu daripada aku. Memaksa masuk padahal penumpang tersebut belum keluar karena belum sampai di tujuannya.
Parahnya tujuan kami berdua sebagai penumpang ternyata adalah sama. Yaitu menuju altar pernikahan dimana Becky sebagai calon pengantinnya.
Bagaimana mungkin seorang wanita memiliki dua orang suami.
Well, sorry.
Aku juga wanita, entah nanti aku dipanggil suami atau dipanggil istri juga nantinya.Hahaha Lucu sekali..,, aku bahkan sempat memikirkan apakah aku akan dijadikan suami atau istri oleh Becky. Padahal sebentar lagi hubungan kami akan tinggal kenangan.
Aku berada diantara dua pilihan. Memilih menyerah kalah, meninggalkan Becky dan memulai semuanya dari awal.
Atau hanya akan mengikuti alur, menikmati hari-hari yang berlangsung menunggu Becky yang meninggalkanku.
Apakah aku yakin bisa meninggalkan Becky?
Hey...,, dia adalah satu-satu mahluk di dunia ini yang aku jadikan tujuan dan prioritas. Heeemmmmm baiklah, sejujurnya dia segala-galanya bagiku. Bahkan mungkin aku pernah mencintainya melebihi diri ku sendiri.
****************
Aku menatap sendu gadis berwajah bayi yang sedang mendengkur halus di ceruk leherku, sambil memelukku dengan posesif di jam lima pagi. Aku baru saja terbangun. Aku mulai terbiasa menjadi morning person sejak bergabung dengan GDS 59, agensi ku. Atau lebih tepatnya sejak memutuskan untuk membagi waktu kuliahku dengan kegiatan yang bisa menghasilkan uang.
"Aku sangat mencintai mu baby. Tak bisakah kita berjuang bersama-sama untuk hubungan kita di hadapan mama mu dan di hadapan dunia ini?" gumanku pelan sambil mengelus pipinya yang mulai berisi dengan ibu jari tanganku.
Tentu saja dia tidak mendengarnya. Tidurnya sangat lelap. Entah jam berapa dia selesai menelpon semalam. Aku sudah tidur lebih dulu karena tidak ingin mendengar percakapan mereka.
Dengan hati-hati, aku menarik lenganku yang ditindih oleh kepala kekasihku, melepas pelukannya dan menggeser tubuhku menjauh agar aku lebih mudah untuk bangun dari tempat tidur kami.
Hari ini aku tidak ada kegiatan, aku akan mengantarnya ke tempat magang. Sebenarnya aku malas melakukannya. Adakah orang gila yang akan ikhlas mengantarkan kekasihnya ke tempat kekasihnya yang lain. Huff! walaupun aku tahu tujuannya kesana adalah untuk magang. Tetapi membayangkan mereka akan bertemu setiap hari membuat hati ku ngilu.
Aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu menggunakan riasan sederhana untuk wajahku, kemudian aku membangunkan kesayanganku yang sekarang merubah posisi tidurnya menjadi tengkurap dengan kepala hampir jatuh di sisi ranjang.
Aku terkekeh kecil melihat bentuk tidurnya itu, sebelum akhirnya aku membangunkan sang putri tidur.
"Sayang, bangun. Hari ini masih magang bukan?" Aku mengelus rambut pirangnya dengan lembut.
Dia menggeliat dan membuka matanya perlahan.
"Morning sayang" sapa nya lalu merubah posisi menjadi duduk bersila di atas tempat tidur.

KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Novela JuvenilTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky