Di sebuah kamar sederhana, di Asrama Putri, Universitas Chulalongkorn, sepasang kekasih terlihat masih tidur nyenyak dalam posisi berpelukan dalam selimut, tanpa memakai pakaian. Seolah, ada tali tak terlihat yang mengikat tubuh mereka berdua. Tidak ada celah kosong sama sekali diantara dua tubuh yang saat ini sedang menempel erat.
"Eeuughh" Becky yang berada dalam dekapan pangerannya, adalah yang pertama bangun. Sinar matahari telah mengintip dari balik gorden, sehingga kamar itu kini tak lagi nampak gelap.
Becky sedikit mendongak ke atas, lalu menampakkan senyum yang merekah sempurna dikedua sudut bibirnya.
Apakah alasannya?
Sudah pasti karena ketampanan sekaligus kecantikan dari wanita muda yang memeluk dirinya dengan posesif di pagi ini.
Tangan kiri Becky menjulur ke atas seraya mengusap lembut pipi berisi kekasihnya.
"Sayaaaang" panggilnya.
Freen tak bergeming.
"Apakah dia masih lelah? Kami bercinta tanpa henti selama berjam-jam semalam. Tidur sebentar. Lalu melanjutkan lagi ketika terbangun, kemudian tidur kembali" pikir Becky sambil tersenyum malu mengingat dirinya dan Freen semalam.
Sepulang dari kantor Agensi GDS-59 kemarin, Freen benar-benar tidak membiarkan Becky lepas darinya. Seolah-olah hari itu adalah hari terakhir mereka bersama dan bercinta. Sehingga segala cinta, hasrat dan nafsu dia tumpahkan semua untuk sang tuan Putri.
Mereka hanya terjeda saat mandi, makan malam atau saat tertidur karena kelelahan. Saat terbangun tengah malam pun, mereka melakukan aksinya lagi.
Tidak berhubungan seksual selama lebih dari satu bulan lamanya, benar-benar membuat mereka kehilangan kendali.
"Pangeranku sayaaang,, bangun yuk" ucap Becky seraya menghirup aroma dan mencium leher jenjang kekasihnya.
Cup
Cup
Cup
Becky tidak berhenti sampai ia bisa membuat kekasihnya terbangun.
Freen mulai menggeliat, merasa terusik oleh hisapan kuat gadis mungilnya.
Perlahan Freen membuka matanya dan menyadari ada lintah berwujud manusia sedang sibuk menghisap sampai meninggalkan jejak, yang bahkan sudah banyak di lehernya.
"Aaahhh Princess. Sudah sayang. Aku lelah, nanti saja bercintanya" Lenguh Freen. Dia mengira Becky mengiginkannya lagi pagi ini.
Becky melepas hisapannya lalu terkekeh.
"Hihihi. Aku hanya ingin membangunkanmu calon suami ku"
Blush...
Wajah Freen merona dengan ucapan Becky
"Calon suami" batin Freen.
"Dengan cara menjadi vampir?" Sergahnya kemudian.
"Hanya aku lakukan padamu daddy" ucap Becky lalu mengedipkan salah satu matanya, menggoda Freen.
Freen pun tersenyum senang karena godaan kekasihnya.
"Janji ya, hanya untukku?" Ucap Freen lagi seraya mengeratkan pelukannya yang sudah erat
"Janji sayangnya aku..., tapi ini terasa sesak lho. Boleh di lepas dulu? Aku ingin pipis" Becky berusaha melepas diri dari kekasih hatinya itu.
Freen pun cekikikan dan melonggarkan pelukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Teen FictionTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
