Malam itu, seorang lelaki dewasa nan tampan baru saja menyelesaikan pekerjaannya di depan laptop di ruang kerjanya.
Sepertinya ia tidak sadar jika handphone nya menyala sedari tadi karena ada panggilan. Ia mengaktifkan mode senyap karena tidak ingin terganggu dalam menyelesaikan pekerjaannya.
"Tinggal sedikit lagi, proyek Series baru ini bisa aku selesaikan. Agensi besar ku tidak akan kalah dari agensi GDS-59 dalam menarik penonton" ucap Non dengan menggebu-gebu.
Sejak Freen dan Primiily masuk ke agensi GDS-59, nama FreenPrim dan agensinya semakin melejit dan membumbung tinggi. Bahkan series dan film yang mereka mainkan sudah mampu menembus pasar Internasional.
Hal itu membuat Non merasa tersaingi. Jadi dia harus extra kerja keras agar agensi yang dibangun oleh orang tuanya dengan susah payah sehingga menjadi agensi terbesar di Thailand saat ini, tidak kalah dari agensi milik khun Saint.
"Sebaiknya aku istirahat" guman Non sambil menguap, seraya keluar dari ruang kerjanya lalu menuju kamar tidur tanpa sempat mengambil handphone nya.
Tiga puluh menit berlalu setelah Non terlelap, terdengar suara ribut-ribut dari lantai 1 rumahnya, sehingga membuat Non terbangun.
"Non!!! Keluar kau!! Jangan jadi pengecut!!" Teriak seorang laki-laki berwajah blasteran Inggris-Thai dari ruang tengah, rumah mewah berlantai dua itu.
Sementara rekannya masih sibuk melumpuhkan penjaga rumah dan menyuruh pembantu Non untuk membawa mereka ke kamar tuannya.
"Sudah aku bereskan Roy" ucap Kirk dengan nafas terengah-engah setelah tadi berlari kecil mendekat ke tempat Roy berada.
Mereka adalah kakak kandung dari Becky Armstrong dan Freen Chankimha. Keduanya kini berada di rumah Non di tengah malam setelah sore tadi mereka dikejutkan oleh video yang tersebar di jagat maya.
Roy sudah menggunakan bantuan temannya yang seorang ahli hacker, untuk meretas banyak akun sosial media agar video itu ter-take down. Namun karena sangat viral, video terus tersebar tanpa henti di dunia digital.
Karena putus asa, kini Roy dan Kirk bekerja sama untuk menuntut pertanggung jawaban dari laki-laki yang mereka yakini sebagai si penyebar video. Yang bernama Khun Non Ratchanon.
Tok!!
Tok!!
Tok!!
Ketukan sangat keras terdengar di sebuah pintu kamar yang berada di lantai dua, sehingga si pemilik kamar tanpa terganggu.
"Apa yang terjadi?! Kenapa ribut sekali!" Pekik Non setelah terbangun.
Segera setelah Non membuka pintu kamar, dua lelaki dewasa menyeruduk masuk dan mendorong tubuh lelah Non dengan kerasnya.
Brruuuukkkk!!!!
Tubuh Non terbanting ke lantai.
"Aawwwwww" teriak Non karena merasakan sakit yang teramat sangat pada bokong dan punggungnya.
"Apa yang kalian lakukan?!" Sergahnya dengan marah pada dua lelaki tanggung yang berdiri tegak di depannya.
"Justru kami yang harus bertanya. Apa kau benar-benar ingin masuk penjara sehingga melanggar kesepakatan kita?!!" Bentar Roy sambil mencengkeram erat kerah piyama Non.
"What are talking about?" Kening Non mengkerut. Dia benar-benar tidak paham dengan situasi yang tiba-tiba harus ia hadapi ini.
PLAAAAKKKKK!!!
"Haruskah kau melanjutkan kepura-puraanmu?!!"
Kini Kirk lah yang beraksi. Tangan kekarnya mendarat dengan mulus di pipi kiri Non.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Teen FictionTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
