BECKY POV
"Bisa-bisanya dia malam-malam kesini" gumanku.
Dengan langkah sedikit tergesa tapi berusaha menimbulkan suara langkah seminimal mungkin aku menuju pintu rumahku, memutar kunci, membukanya dan bergegas menuju gerbang.
Satpam rumahku entah dimana saat ini, padahal biasanya dia masih berjaga sampai tengah malam baru kemudian pergi beristirahat.
Seseorang berdiri disana dengan Hoodie putih favoritnya, seseorang yang selalu aku rindukan bahkan jika dia hanya meninggalkanku ke kamar kecil.
Senyumnya lebar sekali begitu dia melihatku. Jenis senyuman yang selalu memunculkan hasratku untuk menciumnya.
"Sayang, kenapa kesini malam-malam begini? Mana motormu? Apa kau diijinkan pergi di jam seperti ini oleh ibu mu?" Serangku dengan banyak pertanyaan.
"Princess minta ditemani kan?" Ucapnya lembut setelah aku membukakan gerbang untuknya.
Aku menariknya masuk tanpa menjawab pertanyaannya. Hatiku begitu terhenyuh menyadari dia berjalan kaki ke rumahku di malam hari hanya karena aku mengatakan ingin ditemani.
Yaaahh walaupun dekat tapi cukup membutuhkan waktu melewati lima rumah agar sampai ke rumahku.
Terlebih ini sudah pukul 22.00.
"Sayang, kenapa tidak mengendarai motor atau mobil?" Ucapku sendu sambil menggenggam tangannya yang dingin akibat angin malam.
"Aku tidak ingin membangunkan orang rumahmu karena suara motorku" jawabnya enteng.
Aku menariknya masuk ke dalam rumah, berjalan lurus menaiki tangga dan masuk ke kamarku.
Tidak ada yang menyadari aku membawa Freen. Mereka semua sudah berada di kamar masing-masing.
"Sayaaaang..." aku memeluknya erat segera setelah aku mengunci pintu kamarku.
Freen membalas pelukanku
"Mari tidur princess, aku tahu kamu sudah mengantuk. Kantung mata mu sangat tidak cocok dengan kulit putih pucat mu. Hihihi"
"iiihh kamu menyebalkan" ucapku sambil memukul pelan bahunya.
Dia kadang bertingkah menyebalkan, tapi hal itu jauh lebih baik daripada ketiadaan dirinya di dekatku.
Freen tertawa cekikikan seraya mengeratkan pelukannya.
"Freen merindukan Becky" ucapnya kemudian.
"Aawwww prince merindukan princess?"
"Aku selalu merindukanmu bahkan ketika kamu hanya sekedar pergi membuatkanku susu hangat"
Freen selalu bermulut manis. Tapi aku bahagia karena kemanisan kata-katanya diperuntukkan untukku. Hanya untukku.
Aku mengecup bibirnya dengan gemas. Aku merindukan bibir itu. Sangat.
Freen ku tersenyum lebar setelah aku mengecupnya berkali-kali. Senyum yang selalu menjadi kelemahanku.
Oh God, aku menginginkan lebih.
Aku mendorongnya ke atas ranjangku, melepas hoodie nya, menindih tubuh indah itu dan mulai melumat bibir plum nya. Aku melihat Freen ku terkejut oleh ulahku, tapi dengan segera bisa mengimbangi ku.
Kami saling melumat dan menghisap. Sampai terengah-engah setelahnya.
Aku mulai menyasar leher jenjangnya. Mencium bawah telinga lalu ke hampir seluruh bagian lehernya. Freen bergerak tidak terkontrol karena rasanganku.
"Eeeuuugghhh"
Sampai akhirnya bahu ku terdorong oleh kedua tangannya.
"Kenapa sayang?" Ucapku kecewa.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Novela JuvenilTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
