••••Tiga tahun kemudian•••
Berlokasi di Jenah, Arab Saudi. Terdapat dua wanita cantik nan anggun berlenggak-lenggok mengikuti karpet merah yang terbentang di depan mereka di acara Red Sea International Film Festival.
Aura yang luar biasa terpancar dari sorot mata dan lekuk tubuh kedua gadis itu ketika memakai brand fashion mereka masing-masing.
Banyak sekali fans yang hadir untuk meneriakkan nama mareka. Dua gadis asal Negari Gajah Putih itu kini dikenal oleh seluruh dunia berkat kerja keras dan usaha mereka di dunia Entertainment.
Freen Chankimha dan Primiily Chanikarn. Itulah mereka. Penampilan mereka kini jauh dari kata biasa. Tidak sedikit brand internasional berebut untuk menjadikan mereka ambasador produknya.
Hal ini tidak lepas dari perjuangan mereka dalam beradu akting di awal-awal karier mereka. Selain tiga series dan satu film yang dimainkan bersama, mereka juga sukses dalam beberapa film yang mereka bintangi secara terpisah.
Selain sukses dalam berakting, Freen dan Primiily juga ternyata berbakat dalam dunia tarik suara.
Sehingga sebuah perusahaan musik menciptakan beberapa buah lagi untuk mereka, baik itu dinyanyikan bersama ataupun secara solo.
Berbagai job sebagai model dan bintang iklan mengalir menghampiri mereka tanpa bisa dibendung.
Jumlah follower mereka di sosial media meningkat tajam hampir tiga kali lipat dari follower mereka tiga tahun lalu.
Banyak fans yang memuja-muja mereka sebagai pasangan Girls-Love terhebat saat ini. Walaupun begitu, Freen dan Prim tetap bersikap Down to Earth pada fans-fans setia mereka.
Setelah acara karpet merah tersebut usai. Freen dan Primiily pun kembali ke Hotel bintang lima tempat mereka menginap.
Prim selalu meminta sekamar dengan Freen di setiap acara yang mengharuskan mereka menginap. Dan Freen tidak pernah mengatakan kata 'Tidak' pada keinginan gadis itu.
"Freen, aku sangat lelaaaah" Ucap Prim dengan manja setelah dia keluar dari kamar mandi. Dengan sedikit berlari dia menghamburkan diri ke pelukan seseorang yang dia cintai, yang sedang duduk di pinggir ranjang bersandar pada headboard.
Freen menyambut tubuh mungil rekan kerjanya itu, dan membalas pelukannya dengan lembut.
Prim menjatuhkan kepalanya pada ceruk leher Freen. Aroma tubuh yang selalu menenangkannya.
"Mari kita tidur sweety"
Prim mendongakkan kepalanya dalam pelukan Freen ketika mendengar ajakan lawan mainnya itu.
Bibirnya mengerucut bertanda tidak terima.
"Why? Kau kenapa?" Ucap Freen sambil mencubit pipi segar Prim, efek air yang mengguyur wajah dan tubuhnya tadi di kamar mandi.
"Kenapa buru-buru tidur. Aku masih ingin berpelukan" renggek Prim dengan puppy eyes nya.
Freen cekikikan namun tetap menggerakkan tubuhnya ke posisi terlentang lalu sedikit bergeser ke tengah. Dan tentu saja itu dilakukan sambil menarik tubuh gadis yang selalu bersama nya tiga tahun terakhir ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Teen FictionTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
