BAB 36

2.6K 232 61
                                        

BECKY POV

Pipiku terasa berdenyut akibat tamparan dari tangan kekar milik phi Non.

Bahkan aku sampai kehilangan keseimbangan dan jatuh terduduk. Siapa yang tega merekamku dan Freen kemarin sampai phi Non mengetahuinya.

"Becky!! Tidak aku sangka kamu menghianatiku seperti ini. Aku menjadikanmu satu-satunya wanita yang aku cintai. Tapi kamu malah asyik bersetubuh dengan wanita itu di belakangku!!"

"Sejak kapan kamu menduakanku? Kamu selalu menolakku untuk berbuat lebih padamu, tapi kamu bahkan meminta wanita itu untuk memuaskanmu. Sudah berapa kali kamu tidur dengannya? Hah?!!"

"Aku sudah curiga tentang kalian sejak lama karena aku tahu kamu menyukai temanmu itu. Hanya saja aku tidak pernah bisa menemukan bukti. Kalian terlalu lihai menutupi kebusukan kalian"

Phi Non tampak berapi-api mengeluarkan kekesalannya padaku. Aku biarkan dia bicara sebanyak apapun yang dia mau.

Mumpung semua sudah terbongkar, aku akan akhiri semua ini sekarang juga. Aku muak terus-menerus berpura-pura mencintainya.

Yaa benar...,, selama ini aku hanya berpura-pura. Setiap dia mengatakan mencintaiku, aku juga membalas dengan mengatakan aku juga mencintainya. Aku selalu merespon ciuman dan pelukannya walau tidak ada perasaan senang sama sekali ketika aku melakukannya.

Alasannya???

Tentu saja karena aku tidak ingin terlibat masalah dengan mama ku. Yang terpenting, aku tidak ingin dia curiga tentang hubunganku dengan Freen.

Apakah ini bisa disebut jahat?

Aku akui aku sangat jahat. Aku terlalu penakut untuk jujur dan melawan mamaku sehingga hidup dalam kepura-puraan saat bersama phi Non, tapi aku juga tidak ingin Freen lepas dariku. Aku mencintai Freen lebih dari apapun juga.

Aku bangkit dari tempatku terduduk, dan menatap nya dengan senyum smirk yang bertengger di sudut bibirku.

"Mumpung sudah ketahuan. Mari akhiri hubungan kita phi. Kamu tidak mungkin masih mau bertunangan dengan bekas orang lain bukan?"

Non tampat terkejut dengan perkataanku.

"Aku sudah melakukannya dengan Freen bahkan tidak terhitung jumlahnya. Jika diingat-ingat, aku bahkan lebih mendominasi di ranjang daripada kekasihku. Kau tahu payudara kenyal dan vaginanya sangat enak. Dan ingat satu hal. Aku tidak pernah menyukai pria"

Aku berusaha memanas-manasi Non. Aku ingin semua ini segera berakhir.

"Lalu kenapa kau menyetujui perjodohan kita? Hah? Kamu menghancurkan perasaanku"
Phi Non tampak putus asa. Dan itu membuatku iba.

"Phi aku minta maaf atas semua yang aku lakukan padamu. Aku melakukannya karena paksaan mama. Mari kita putus saja" Aku mendekat ke arahnya dan menggenggam tangannya.

Mata phi Non tampak berkaca-kaca seperti menahan tangisnya.

Sesaat kemudian dia mulai tersenyum. Aku harap kami bisa berpisah baik-baik.


Tapi.........


Dia tampak menyeringai aneh, dengan sorot mata yang tajam seolah ingin menghunusku langsung ke pusat jantung.

"Tidak semudah itu Becky. Kau juga harus merasakan rasa sakit yang aku alami"

Lalu dia tertawa terbahak-bahak dan megebraakk meja.

Kenapa dia jadi mengerikan seperti ini. Ini bukan phi Non yang aku kenal selama ini.

"Video ini dengan mudahnya bisa aku sebarkan, kau tahu, aku sangat dekat dengan awak media yang paling terkenal di Thailand. Dan nama baik kalian berdua akan hancur seketika saat ini juga. Terutama kekasihmu. Dia seorang artis yang sedang naik daun bukan???"

I am Here For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang