BAB 35

2.6K 205 57
                                        

"Freen dan Becky saling mencintai tante. Freen sangat mencintai Becky, begitupun perasaan Becky ke Freen tante. Mohon restui kami berdua. Freen akan menjaga dan membahagiakan Becky dengan segala hal yang Freen miliki"
Ucapku lalu menunduk menatap jari jemariku yang saling bertaut di atas paha ku.



Sunyi......,,



Tidak ada respon baik dari tante Rawe maupun Phi Roy.

Aku beranikan diriku mendongakkan kepala kembali menatap wanita paruh baya yang sangat aku harapkan menjadi ibu mertuaku itu.

Tante Rawe nampak menarik nafas panjang sebelum bicara.

"Kau benar-benar mencintai anak tante Freen?"

"Iya tante. Saya sangat mencintainya. Becky adalah cinta pertama saya dan dan saya pastikan dia juga adalah cinta terakhir saya" ujarku dengan sungguh-sungguh.

Aku tidak ingin tante Rawe menganggapku hanya main-main jika sedikit saja aku menunjukkan keraguanku.

"Ma. Jika memang Becky juga mencintai Freen, restuilah mereka. Apakah mama tega melihat Becky tidak bahagia jika terus memaksanya bersama orang yang tidak ada di hatinya?" Phi Roy membantu ku lagi.

Mama Becky tampak tak bergeming dan menatapku lekat-lekat seperti ingin menelanku utuh-utuh.

"Biarlah Roy saja yang menikah melalui perjodohan sesuai keinginan mama. Roy ingin Becky bersama orang yang dicintainya. Roy ingin adik Roy bahagia ma"

"Terimakasih phi Roy, kau benar-benar baik" ucapku dalam hati sambil menatapnya dalam-dalam. Phi Roy tampak tersenyum padaku.

Kini mataku beralih pada tante Rawe yang terlihat sedang berpikir.

"Nun, apakah kau merestui anakmu untuk menikah dengan sesama wanita?" Tante Rawe memberikan pertanyaan pada ibu ku.

Ibu merespon dengan senyum.

"Rawe, aku sangat mencintai anakku. Dan aku tahu dia seperti apa. Freen sudah menyukai dan menyayangi Becky sejak kali pertama mereka bertemu. Bahkan sejak saat itu, dia selalu menjaga dan melindungi nya. Bagaimana mungkin aku tidak merestui cinta yang sedalam dan setahan lama itu?" Sahut ibuku.

Pandangan tante Rawe beralih pada ku.



Glek!!



Aku menelan ludahku. Tenggorokanku terasa sangat kering saat ini, padahal aku baru saja meneguk segelas jus lemon buatan phi Mai yang disajikan untukku. Terlihat dia menarik nafas panjang sebelum bicara padaku.






"Freen aku menerima lamaranmu"

What???

Mataku melotot serasa ingin lepas dari tempat dia bertengger.

Apakah aku tidak sedang bermimpi???

Aku sangat ingin melompat-lompat kegirangan jika saja aku tidak berada di depan calon mertua dan calon kakak iparku saat ini. Hehehe

"Serius tante?" Tanyaku lagi.

"Tentu. Dengan satu syarat"




Deg!



Apa syarat yang diinginkan tante Rawe??

"Tante ingin mendengar langsung dari mulut Becky sendiri, jika dia juga mencintaimu dan ingin menikah denganmu"
Tante Rawe pun tersenyum setelahnya.

Aku berdiri dan berlari ke arah tante Rawe dan memeluknya erat.

"Terimakasih tante. Freen yakin Becky juga ingin menikah dengan Freen" ujarku kemudian.

I am Here For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang