Hari-hari berlalu dengan mulus, semulus paha author.
Ups!!
Bukan..., bukan! Just kidding. Hehe
Lebih dari dua minggu telah berlalu sejak hari dimana Freen mulai tinggal di kediaman Becky.
Awalnya nyonya Rawe menginginkan Becky untuk tinggal bersamanya dan Roy, agar lebih mudah merawat Becky yang sedang dalam masa pemulihan, namun Freen menawarkan diri untuk menemani Becky di rumah besar itu.
Walaupun jadwal kerja Freen cukup padat, namunsebisa mungkin Freen pulang tidak terlalu malam agar selalu bisa menemani Becky. Dia juga benar-benar memberi pesan pada phi Mai untuk menjaga Becky sebaik mungkin saat ia tidak sedang ada di rumah.
Kesehariannya diisi penuh oleh syuting iklan, pemotretan, perekaman dan promosi lagu barunya, atau terkadang menghadiri Grand Opening Produk yang ia promosikan. Series ketiga nya dengan Primiily sudah ia selesaikan beberapa bulan yang lalu dan saat ini sedang tayang.
Freen bahkan lupa untuk menjelaskan pada Kirk tentang Becky. Sampai saat ini Kirk masih salah paham tentang kekasih adik bungsunya itu.
"Heeemmmm..,, Freen juga tidak ke kantor hari ini. Walau bagaimana pun dia adalah CEO kantor Ninety Two ini. Bisa-bisanya selama dua minggu meninggalkan tugasnya dan hanya sibuk mengurus wanita yang menjadikannya cadangan itu!"
Kirk mengeluarkan unek-uneknya pada kertas yang sekarang sedang ia remas-remas.
Ya benar. Jabatan CEO telah diambil alih oleh Freen sejak dua tahun yang lalu. Karena Kirk merasa Freen lebih cocok mengurus sebuah perusahaan daripada dirinya.
Kirk lebih suka mengubur diri di laboratorium, membuat Parfum baru atau meningkatkan kualitas Parfum yang sudah ia rancang.
Namun mereka memutuskan untuk lebih fleksible dalam mengatur perusahaan. Jika Freen sedang tidak bisa ke kantor, maka Kirk akan mengambil alih tugas yang seharusnya dikerjakan oleh adiknya.
Namun ini pertama kalinya Freen mengabaikan tanggung jawabnya selama lebih dari dari dua minggu, karena fokus menemani dan merawat sang kekasih.
*****************
"Sayang" ucap Becky dengan lembut sambil tangannya meraih dan mengelus pipi kekasihnya.
"Iya baby. Sudah kenyangkah?" Sahut Freen. Karena saat ini ia sedang menyuapi Becky makan malam.
Kondisi Becky sudah semakin baik, bahkan perban yang menempel di perut dan kepalanya sudah dilepas oleh dokter beberapa hari yang lalu. Namun Freen tetap bertingkah posesif pada tuan putrinya.
"Masih belum sayang. Namun ada yang ingin aku katakan padamu" ucap Becky kemudian.
"Katakanlah Princess" ucap Freen sembari menunda suapan nya pada Becky
"Aku sudah baik-baik saja Freen. Kamu bisa kembali fokus dengan kerjaan dan bisnis mu. Aku tidak masalah bila kau sibuk, lagi pula tiap malam kita tidur bersama bukan? Dan mulai besok aku akan melanjutkan magangku sayang"
Freen membulatkan matanya mendengar keputusan Becky yang ingin kembali magang.
"No! No! No! Tidak akan aku ijinkan secepat ini. Kamu masih harus istirahat" ucap Freen posesif.
Becky menunjukkan wajah kecewanya.
"Aku sudah menunda magangku terlalu lama prince..." Renggek Becky.
Freen tampak menghela nafas panjang sebelum berucap sesuatu.
"Baiklah sayang. Beristirahatlah seminggu lagi. Hanya seminggu ke depan. Setelah itu baru aku ijinkan melanjutkan aktivitasmu. Tapi....,,
Kau tidak aku ijinkan menyetir sendiri. Harus diantar jemput supir"
Ujar Freen dengan tegas.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Teen FictionTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
